Laporkan Masalah

Analisis Implementasi Sistem Pengadaan Barang dan Jasa dalam Realisasi Belanja Barang modal PT Askes (Persero)

Ikasari, Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Realisasi anggaran belanja barang modal seringkali terhambat dalam penyerapannya. Padahal anggaran dimaksud telah diakomodir untuk memenuhi kebutuhan di masing-masing wilayah kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan dalam sistem pengadaan barang dan jasa sebagai alat realisasi belanja barang modal PT Askes (Persero) dan melakukan analisis untuk menyusun rekomendasi dalam menyempurnakan sistem pengadaan barang dan jasa di PT Askes (Persero). Alokasi anggaran BBM adalah sebagai upaya dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya sarana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan operasional. Realisasi anggaran BBM adalah output dari proses pengadaan barang dan jasa, yang juga dianggap sebagai salah satu penyebab keterlambatan/rendahnya realisasi suatu anggaran. Metode penelitian adalah kualitatif dengan tipe explanatory untuk menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Penelitian dilaksanakan pada Januari s/d Juni 2012. Objek penelitian adalah PT Askes (Persero) karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial pada tahun 2014 PT Askes (Persero) akan dibubarkan dan berubah menjadi BPJS Kesehatan. PT Askes (Persero) akan mempersiapkan infrastruktur untuk mengimplementasikan amanat Undang- Undang dimaksud dengan dana alokasi anggaran belanja barang modal yang signifikan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis terhadap sistem pengadaan barang dan jasa mengingat kendala yang terjadi dalam realisasi anggaran belanja barang modal yang dialami di PT Askes (Persero). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka diketahui bahwa faktor – faktor dalam dalam sistem pengadaan barang dan jasa yang menyebabkan terhambatnya realisasi anggaran belanja barang modal PT Askes (Persero) antara lain (1) komunikasi, kurangnya sosialisasi Pedoman Pengelolaan Barang/Jasa; (2) sumber daya, keterbatasan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia di unit pengelola pengadaan barang dan jasa; (3) disposisi, kurang jelasnya disposisi atasan kepada bawahan terkait proses pengadaan barang dan jasa dan (4) struktur birokrasi, meliputi perencanaan kurang komprehensif, kepanitiaan kurang optimal dan tata cara pengadaan terlalu rumit. Penyempurnaan dalam sistem pengadaan barang dan jasa, khususnya pada faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi, dibutuhkan untuk meminimalkan hambatan dalam realisasi anggaran belanja barang modal PT Askes (Persero).

The realizations of capital expenditure absorptions are often disapproving although the budget has been accommodated to meet the needs of each work area in the efforts to provide facilities and infrastructures. This research aims to identify the goods and services procurement system as capital expenditure realization tool of PT Askes (Limited) and perform analysis to provide recommendations in order to improve the goods and services procurement system in PT Askes (Limited). Capital expenditure budget allocation is an effort to fulfill the needs of facilities and infrastructures in supporting the conduct of operational activities. Capital expenditure budget realization is an output of goods and services procurement process which is also considered as one of the reasons of the slow/low budget realization. The research method is qualitative explanatory type in order to answer the questions of why and how a phenomenon happens. The research was done between January and June 2012. The research object is PT Askes (Limited) since based on the Law No. 24 Year 2011 about Social Security Body, in 2014 PT Askes (Limited) will be dissolved into BPJS Health. PT Askes (Limited) will prepare the infrastructures for implementing the law with significant capital expenditure budget allocation. Thus, there is a need to perform an analysis on the goods and services procurement system considering the problems that happened in the realization of capital expenditure budget in PT Askes (Limited). Based on the research done, it is found that the factors involved in the disapproving results of the capital expenditure budget realization in PT Askes (Limited) include (1) communication, lack of Goods/Services Management Guideline socialization; (2) human resources, limitation of quality and quantity in the goods and services procurement management unit; (3) disposition, lack of superior's disposition clarity to the subordinates concerning the goods and services procurement system, and (4) bureaucracy structure, involving incomprehensive planning, committee failure, and complicated procurement procedure. Completion of the procurement system, especially on communication, resources, disposition and bureaucratic structure factors, needed to minimize obstacles in the realization of capital expenditure PT Askes (Limited.

Kata Kunci : Pengadaan barang dan jasa, Anggaran Belanja Barang Modal, Komunikasi, Sumber daya, Disposisi, Struktur Birokrasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.