Pengukuran Risiko Kredit Commercial Vehicle Perusahaan Pembiayaan X, Dengan Metode Credit Metrics
Heri Koesumaatmadja, Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc., Akt
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenPengelolaan yang baik terhadap risiko terutama dalam hal risiko kredit sangat diperlukan bagi perusahaan pembiayaan, secara khusus perusahaan pembiayaan X. Kegiatan perusahaan pembiayaan mencakup empat hal diantaranya adalah sewa guna usaha, yang didalamnya termasuk pembiayaan bus dan truk atau yang disebut dengan commercial vehicle dalam perusahaan pembiayaan X. Dengan porsi pembiayaan kedua terbesar setelah pembiayaan konsumen dan mengingat potensi yang cukup besar untuk terus meningkat setiap tahunnya, maka pembiayaan sewa guna usaha layak mendapat perhatian khusus bagi perusahaan pembiayaan. Credit Metrics sebagai salah satu metode internal yang digunakan untuk mengukur risiko kredit telah memperhitungkan perpindahan rating kredit untuk menentukan jumlah penyisihan penghapusan piutang dan modal yang harus disediakan untuk setiap kredit yang diberikan. Penelitian dengan data historis kredit perusahaan pembiayaan X menghasilkan besarnya rata-rata expected loss sebesar Rp 651 juta dan rata-rata unexpected loss sebesar Rp 7.720 juta. Sementara itu perbandingan antara VaR dengan nilai aktual kredit macet selama periode penelitian menunjukkan tidak terdapat nilai kerugian aktual yang melebihi VaR, sehingga model credit metrics cukup akurat untuk digunakan mengukur risiko kredit commercial vehicle perusahaan pembiayaan X.
A proper risk management, especially in terms of credit risk is indispensable for finance companies, in particular finance company X. Finance company has four main activities which includes a finance lease buses and trucks are commonly referred to as a commercial vehicle in finance company X. With the second largest share of funding after the consumer finance and given the considerable potential increase each year, the finance lease deserves a special attention to the finance company. Credit Metrics as one of the internal methods used to measure credit risk has take it into acoount the transfer credit rating to determine the amount of loss reserve and capital that should be provided for each credit granted. This research with historical data credit of finance company X produces an average amount of expected loss of Rp 651 million and an average of unexpected loss of Rp 7720 million. While the comparison between the VaR with the actual value of bad debts during the period of the research showed there were no actual value that exceed the VaR, so the credit metrics model is accurate enough used to measure the credit risk of commercial vehicle finance company X.
Kata Kunci : Kredit, risiko, credit metrics, expected loss, unexpected loss