Laporkan Masalah

Pengaruh Pergerakan Harga Saham Sektor Perbankan dan Nilai Tukar Rupiah/Dollar Terhadap IHSG di Bursa Efek Indonesia Periode 2006 - 2009

Ferry Indra, Prof. Dr. Slamet Sugiri, MBA.

2013 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Seperti yang kita ketahui bahwa krisis yang terjadi pada tahun 1998 telah melanda dunia, termasuk Indonesia. Namun untuk kasus Indonesia, misalnya, hasil stress test menunjukkan bahwa kondisi perbankan nasional secara umum relatif stabil. Berbagai indikator mendukung kondisi tersebut, antara lain modal perbankan secara nasional dan rasio kecukupan modal menunjukkan tren yang meningkat. Rasio kecukupan modal masih cukup tinggi, yakni 17,4 persen. Likuiditas perbankan, termasuk aliran likuiditas dalam pasar uang antarbank, makin membaik seiring dengan pengurangan segmentasi dan meningkatnya dana pihak ketiga. Perbedaan hasil stress test di Amerika dan di Indonesia lantaran secara umum perbankan di Indonesia memang berbeda dengan bank-bank di Amerika. Di Amerika, banyak bank yang bermain derivatif, sehingga rugi besar, karena itu perlu suntikan modal baru. Sementara itu, perbankan di Indonesia sangat minim bersentuhan dengan derivatif. Namun terdapat adanya faktor lain yang mempengaruhi pergerakan harga saham yaitu faktor nilai tukar rupiah terhadap US$ karena mata uang tersebut digunakan dalam berbagai transaksi internasional seperti pembiayaan barang impor, penerimaan hasil export pembayaran hutang luar negeri dan sebagainya. Selanjutnya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang di akibatkan oleh pergerakan harga saham perbankan dan nilai tukar terhadap IHSG. Berdasarkan hasil penelitian, maka saham perbankan mempunyai pengaruh yang positif terhadap IHSG dan kemudian kurs mempunyai pengaruh yang negatif terhadap IHSG.

As we know that the crisis happens in 1998 have plagued the world, including Indonesia. However, in the case of Indonesia, for example, the results of the stress test shows that the national banking conditions in general are relatively stable. Various indicators in support of these conditions, such as banking capital nationally and capital adequacy ratio show a trend on the rise. Capital adequacy ratio is still high enough, i.e. 17.4 percent. Banking liquidity, including the flow of liquidity in the money market, further improved interbank along with the reduction of segmentation and increased third-party funds. Differences in stress test results in the United State of America and in Indonesia because in banking as general in Indonesia was different with the banks in America. In America, many banks that play derivatives, so the loss is great, because it needs an injection of new capital. Meanwhile, banking in Indonesia has very minimal contact with derivatives. Yet there was the presence of the other factors that affecting stock price movements that is a factor of the value of the rupiah against the US $ because the currency is used in various international transactions as the financing of imported goods, the result of export receipts payments of foreign debt and so forth. Furthermore, the aim of this research is to figure out how big influence on banking stock price movements and exchange rates against the IHSG (composite stock price index). Based on the result of the study, the banking stocks have a positive influence on the composite index and then exchange rate has a negative influence against the composite index.

Kata Kunci : Saham Perbankan, Nilai Tukar, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.