Measuring Pre and Post Merger Performance on Acquiring Firms (An Investigation of Non-Bank Public Listed Company in Indonesia from 2003-2009)
Corina Heidy Ilmaniar, Prof. Dr., Abdul Halim., MBA.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenLingkungan bisnis saat ini selalu berubah setiap saat. Globalisasi adalah suatu kondisi yang mendorong industri dalam perusahaan untuk saling berkonsolidasi dan tumbuh lebih cepat dari sebelumnya. Harus diakui bahwa kondisi kompetisi global menuntut perusahaan untuk terus menerus mengevaluasi posisi bisnisnya serta menyesuaikan dengan tantangan dan kesempatan yang ada. Merger dan akuisisi adalah sebuah fenomena yang terjadi secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan untuk berkembang bagi perusahaan agar dapat bersaing di era global. Merger dan akuisisi telah menjadi salah satu alternatif strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai bisnis mereka. Ada berbagai macam motif mengapa perusahaan melakukan merger. Peningkatan profitabilitas, mengurangi inefisiensi, peluang yang lebih luas, mengembangkan teknologi baru dan lain sebagainya. Akan tetapi tujuan final perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai pemegang saham. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan yang terdiri dari kinerja profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, efisiensi keseluruhan, nilai pasar, dan aliran kas sebelum melakukan merger dan sesudahnya. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber antara lain situs resmi perusahaan, pengumuman Bursa Efek Indonesia, serta basis data ICMD. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 22 perusahaan non perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang melakukan merger dan akuisisi pada periode 2003 hingga 2009. Perbandiangan kinerja dilakukan dalam dua tahun sebelum merger dan dua tahun sesudahnya. Dengan menggunakan Wilcoxon-Signed Rank Test sebagai analisa statistika non-parametrik, penelitian ini menemukan bahwa analisa kinerja perusahaan secara keseluruhan meningkat setelah merger akan tetapi untuk analisa tahun ke tahun tidak ada peningkatan kinerja perusahaan setelah merger. Hasil riset ini mengkonfirmasi hasil riset di Indonesia yang sebelumnya dilakukan oleh Payamta dan Setiawan (2004) yang mengindikasikan bahwa merger tidak menghasilkan sinergi dan tidak menciptakan nilai pada perusahaan.
Today’s global business environment is continuously changing. Globalization is a strong condition that enforces industry to consolidate and grow faster than before. It must be recognized that the dynamics of global competition require companies to continuously assess their business position and alignment to cope with huge challenges and opportunities. Mergers and acquisitions is a continuous process and inevitable nowadays since there are necessities for the companies to grow faster in order to survive in the fierce global competition. M&A has become alternative growth strategy for the company to enhanced value creation for their business. The motives of doing merger are various among individual firms. There are needs to increase profitability, reduce inefficiency, gain opportunity, develop new technology however the final expectation is to maximize shareholders’ value. The main purpose of this research is to evaluate companies’ financial performance (profitability, liquidity, solvency, overall efficiency, market value, and cash flow parameters) in the pre-merger and post-merger period. Data on this research is secondary data which is collected from various resources such as companies’ website, IDX announcement, and ICMD databases. The samples of this research are 22 non-bank public listed companies which perform merger and acquisition in the period of 2003-2009. The period comparisons are within two years before merger and two years after merger. Using Wilcoxon-Signed Rank Test as non-parametric statistical analysis tools, this research founded that overall companies’ performance after merger is improved but for the year to year partial comparison there is no improvement on companies’ performance. The results also validate previous research in Indonesia by Payamta and Setiawan which confirm that merger does not create synergy or generate value for the companies.
Kata Kunci : merger dan akuisisi, bisnis kombinasi, kinerja keuangan, Wilcoxon Signed Rank Test