Herding Behavior and The Impact of Global Stock Market
Anggi Mayang Sari, Mahfud Sholihin, M.Acc., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenKeuangan klasik mengasumsikan bahwa investor pada pasar saham bertindak secara rasional dan akan merespon informasi baru di pasar secara efisien. Namun demikian, studi empiris memberikan pandangan baru bahwa pasar saham tidak selamanya efisien sebagaimana yang dijelaskan oleh teori efisiensi pasar (Efficient Market Hypothesis). Oleh karenanya, teori keuangan perilaku (Behavioral Finance) dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan pada teori keuangan klasik. Dalam penelitian ini, teori keuangan perilaku dijadikan sebagai landasan untuk menganalisis terjadinya herding di Indonesia dan dampak pasar saham global terhadap herding di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya herding di pasar saham Indonesia, menganalisis terjadinya herding di pasar saham global, dan menganalisis dampak dari pasar saham global terhadap herding di Indonesia. Waktu penelitian adalah selama enam tahun, yaitu 2006 hingga 2011. Dalam penelitian ini contoh dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: LQ-45, Bukan LQ-45, dan pasar saham global. Total contoh untuk LQ-45 adalah 14 contoh, sedangkan total contoh untuk bukan LQ-45 adalah 82 contoh. Contoh untuk pasar saham global sebesar 14 contoh. Untuk menganalisis terjadinya herding, metode yang digunakan adalah CSAD (Cross Sectional Absolute Deviations). Hasil penelitian menyatakan bahwa perilaku herding terjadi pada contoh LQ-45 dan bukan LQ-45, yaitu pada saat market stress. Sejalan dengan terjadinya herding di Indonesia, perilaku herding juga terjadi di pasar saham global, yaitu pada saat market stress. Analisis regresi kuantil menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari perilaku herding di pasar saham global terhadap terjadinya perilaku herding di Indonesia.
Classical finance assumes that investors in stock market are rational and will efficiently respond to new information of stock market. However, empirical studies reveal that market is not efficient as explained by efficient market hypothesis of classical finance theories. Therefore, in order to overcome those lackness of classical finance approach, behavioral finance was established. In this study, behavioral finance approach is used to examine herding existence in Indonesia and the impact of Global Stock Market toward herding in Indonesia. This research aims are to investigate the existence of herding behavior in Indonesia Stock Market (IDX), to investigate the existence of herding behavior in Global Stock Market, and to investigate the impact of Global Stock Market toward herding in Indonesia. The periods of research are six years, from 2006 until 2011. In this research, the samples are divided into three groups, LQ-45, Non LQ-45, and Global Stock Market. Total samples for LQ-45 are 14 stocks while Non LQ-45 counts for 82 samples. Samples for Global Stock Market also counts for 14 stocks. In order to investigate the presence of herding behavior, researcher use CSAD (Cross Sectional Absolute Deviations) method. The research result stated that herding behavior does exist in LQ-45 and Non LQ-45 at market stress condition. In line with herding occurrence in Indonesia, herding behavior does exist in Global Stock Market, especially in market stress condition. Moreover, there is significant effect between herding occurrence in Global Stock Market toward herding occurrence in Indonesia.
Kata Kunci : keuangan perilaku, perilaku herding, LQ-45, Bukan LQ-45, pasar saham Indonesia, pasar saham global