Pengaruh Perubahan Harga Minyak Dunia, Tingkat Inflasi, Kurs Rupiah dan BI Rate Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan dan Indeks Sektoral di Bursa Efek Indonesia
Affandi Rahmat, Taufikur Rahman, SE., M.B.A.
2013 | Tesis | S2 Magister ManajemenPertumbuhan ekonomi mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk di suatu negara. Salah satu parameter dari kemajuan perekonomian di suatu negara dapat dilihat dari pertumbuhan sektor-sektor industrinya di pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar modal yang salah satu aktifitasnya adalah sebagai tempat transaksi saham (stock). Perubahan harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor. Perubahan harga minyak dunia, tingkat Inflasi, kurs rupiah dan BI rate merupakan beberapa contoh faktor makro ekonomi yang tidak dapat dikendalikan perusahaan dan memberikan pengaruh terhadap perekonomian di suatu negara. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan suatu indikator perkembangan pasar modal di Indonesia yang terdapat di BEI. IHSG memiliki sub indeks yang disebut sebagai Indeks Sektoral yang sekarang ini terdiri dari 10 sektor. Indeks Sektoral merupakan suatu gambaran perkembangan kinerja secara umum perusahaan-perusahaan yang tergolong dalam sektor tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan metode kuantitatif yang bersifat menjelaskan hubungan pengaruh perubahan harga minyak dunia, tingkat inflasi, kurs rupiah dan BI rate terhadap IHSG dan Indeks Sektoral di BEI. Sampel yang diambil merupakan data bulanan periode tahun 2007-2011. Metode analisis data yang digunakakan adalah metode analisis korelasi menggunakan analisis korelasi Pearson product moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel BI rate, inflasi dan kurs rupiah memiliki korelasi negatif terhadap IHSG dan Indeks Sektoral sedangkan untuk variabel perubahan harga minyak dunia memiliki korelasi positif terhadap IHSG dan Indeks Sektoral di Bursa Efek Indonesia.
Economic growth holds a significant role in improving social welfare of a country. One of a country’s economic progress parameters is depicted from industrial sectors’ growth in its capital market. Indonesia Stock Exchange (BEI) is one of capital markets in which stock transaction is conducted. Changes in stock prices are influenced by many factors. Changes in world oil price, inflation rate, exchange rate and BI rate are examples of macroeconomic factors that are uncontrollable by company and have influence on a country’s economy. Composite Stock Price Index (IHSG) is an indicator of capital market development in Indonesia which is provided by Indonesia Stock Exchange. IHSG has sub-indexes called as Sectorial Index which currently consists of 10 sectors. Sectorial index is a general picture of performance development of companies grouped in a particular sector. This study is an empirical research using quantitative method aiming at explaining the relationship of effect in world oil price change, inflation rate, exhange rate, and BI rate on IHSG and Sectorial indexes of Indonesia Stock Exchange. Samples taken are monthly data gathered from 2007 to 2011. Data analysis method used is correlation analysis which is Pearson product moment. Analysis result shows that BI rate, inflation, and exchange rate has a negative correlation towards IHSG and Sectoral Index, whereas the world oil price change correlates positively towards IHSG and Sectoral Index in Indonesia Stock Exchange.
Kata Kunci : harga minyak dunia, tingkat inflasi, kurs rupiah, BI rate, indeks harga saham gabungan, indeks sektoral, bursa efek Indonesia, korelasi Pearson product moment.