DAYA TARIK INVESTASI SEKTOR PARIWISATA DAN MANFAATNYA TERHADAP MASYARAKAT KABUPATEN BELITUNG
MARULI SINAGA, Bapak Prof.Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.PP
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikPariwisata merupakan salah satu sektor unggulan kabupaten Belitung sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tahun 2005- 2030, sehingga pemerintah kabupaten Belitung sedang berupaya untuk mengangkat segala sumber daya yang ada, dengan demikianindustri pariwisata Belitung dapat berperan menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar industri pariwisata dapat memberikan manfaat langsung terhadap kesempatan berusaha, peluang kerja, peningkatan pendapatan bagi masyarakat dan pemerataan pembangunan, serta pendapatan asli daerah melalui penerimaan pajak dan retribusi daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatifdeskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pengelolaan pariwisata dan wawancara mendalam dengan beberapa informan seperti pelaku usaha, aparatur pemerintah maupun masyarakat sertastudi literatur terhadap laporan, RIPPDA, PDRB, dan Belitung dalam Angka. Logika teoritis yang melandasi penelitian ini bahwa perbaikan faktor ekonomi daerah dan infrastruktur fisik akan mendorong investasi sektor pariwisata di kabupaten Belitung, selanjutnya investasi ini membawa manfaat bagi masyarakat di kabupaten Belitung seperti peluang berusaha, peluang kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, pemerataan pembangunan dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Dari hasil penelitian ini didapat bahwa,pengaruh investasi sektor pariwisata kabupaten Belitung terhadap penyerapan tenaga kerja tahun 2010 sebesar 10,21 persen meningkat dibanding tahun 2005 sebesar 5,16 persen dan peningkatan pendapatan masyarakat tahun 2010 sebesar Rp. 408.330,00 meningkat dibanding tahun 2005 sebesar Rp. 235.923,00, selanjutnyapengaruh investasi pariwisata terhadap peluang berusaha sangat tergantung dengan bentuk pengelolaan ODTW.Apabila suatu ODTW dikelola oleh swasta atau privat akan memberikan dampak yang lebih kecil bagi masyarakat lokaldibandingkan dikelolaoleh Pemerintah atau masyarakat lokal (komunitas).Pengusahaan dan pengelolaan ODTW di kabupaten Belitung kurang memberikan manfaat langsung yang besar terhadap masyarakat khususnya masyarakat lokal di destinasi wisata karena 55 persen pengusahaan ODTW Alam pantai telah dikuasai dan dikelola swastamengakibatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan pariwisata di Belitung semakin kecil. Pemerintah daerah diharapkan mampu memberdayakan masyarakat setempat dalam mengelola dan mengembangkan ODTW, misalnya melalui pelatihan peningkatan kapasitas, perencanaan bisnis, pengembangan dan pemasaran produk pariwista, serta distribusi kredit usaha,dan membentuk pola kemitraan antara masyarakat lokal dengan pengelola ODTW baik pemerintah maupun swasta sehingga masyarakat lokal memperoleh manfaat dari kegiatan pariwisata yang ada didaerahnya dan menyerahkan pengusahaan ODTW yang belum dikelola kepada masyarakat dengan pengembangan pariwisata berbasis komunitas (PBK), serta membatasi kepemilikan ODTW oleh privat atau swasta.
Tourism is one of the leading sectors of Belitung regency due to The Regions Long-Term Development Program (RPJPD) 2005-2030. Currently, The Belitung government is trying to bring out all resources they have, including the tourism sector, so in the future they could improve the socio economic life and the prosperity of Belitung regency. This study is trying to find how the tourism industry can provide direct benefits to business and employment opportunities, increased the people’s incomes for theequitable development, as well as the regions revenue through taxes and levies. This researchis using descriptive qualitative research methods and also the data collection technique through direct observation of the tourism management activities and in-depth interviews with several informants such as businessmen, government officials and the communities as well as the study literature related to the government’s report, like RIPPDA, GDP, and Belitung in Figure. The theoretical logic underlying this study is that the improvement of the regional economic factors and physical infrastructure will encourage investment in the tourism sector at Belitung regency, then investment brings benefits to communities such as business opportunity, job opportunities, increased incomes, equitable development and increase the local revenue. Research findings show that the investment on the tourism sector at Belitung Regency affects the employment as 10.21 at 2010. Its increasing 5,16 % compared to 2005. At the other side,this sector makes the communities income increase from Rp. 408,330.00 in 2010 to Rp. 235,923.00 in 2005. The effect of tourism investment to business opportunity instead, depends on tourism objects management. If the tourism object is managed by private company, found that it will give only small benefit to local community compared with the government or the local community management. Because of 55 % of the tourism object management performed by the private company, found that the local community only get small benefit from this sector, and the role play by them is also at the small portion. The local government is expected to be able to empower the local communities at the aspect of management and the development of the tourism object such as the training of capacity building andbusiness planning, improving the tourism product and find the market. In addition, the government is expected to do the business loans distribution, bridging partnerships between local communities and managing both public and private tourism object, so the local community will get a greaterbenefits from the tourism activities in the future. But we have not forget that the government have to give the management of untouched tourism object to the community by developing tourism based on community (PBK), and limit the ownership of the tourism object by private.
Kata Kunci : Pariwisata, manfaat langsung, ODTW, Belitung.