Laporkan Masalah

PENGARUH APLIKASI TOPIKAL EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium Sativum L.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Kajian pada Gambaran Histologis dan Ekspresi COX-2)

INDRA BRAMANTI, Prof. dr. Ngatidjan, M.Sc., Sp.FK (K)

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis

Bawang putih merupakan bahan alam yang dapat digunakan sebagai obat alternatif yang baik dalam terapi luka, karena murah, aman dan mudah didapat. Bawang putih mengandung allicin yang berkhasiat sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Untuk mengetahui apakah bawang putih mempunyai efek dalam penyembuhan luka gingiva dan bagaimana cara bekerjanya perlu dilakukan penelitian. Dalam penelitian ini digunakan 45 ekor tikus putih jantan galur wistar, usia 2,5 bulan, berat badan 200-250 gram yang dibagi secara acak menjadi lima kelompok, yaitu : kelompok kontrol negatif yang diberi basis gel berisi CMC-Na, kelompok kontrol positif yang diberi Benzydamine ® dan kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol bawang putih dalam bentuk gel dengan dosis 20%, 40% dan dosis 80%. Masing-masing terdiri atas 9 ekor tikus yang kemudian akan dibagi lagi menjadi 3 kelompok kecil berdasarkan periode dekapitasi yaitu hari ke-2, 5 dan 7. Pada semua kelompok tikus dibuat perlukaan pada gingiva labial rahang bawah, di antara gigi incisivus kanan dan kiri dengan menggunakan punch biopsy berdiameter 2,5 mm. Pada daerah luka, untuk kelompok perlakuan diaplikasikan ekstrak bawang putih dalam bentuk gel 3 kali sehari, dimulai pada hari ke-0, kemudian dilanjutkan sampai hari ke-7. Pada hari ke-2, ke-5, dan ke-7 dilakukan dekapitasi sesuai dengan kelompoknya. Jaringan luka dibuat preparat histologis kemudian dilakukan pengamatan gambaran histologis dan ekspresi COX-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang putih mempunyai efek penyembuhan luka dilihat dari adanya penurunan jumlah sel leukosit PMN, penghambatan ekspresi COX-2 dan peningkatan ketebalan epitel (P<05) tetapi tidak ditemukan adanya peningkatan angiogenesis dan jumlah fibroblas antara kelompok perlakuan berdasarkan periode dekapitasi (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi topikal ekstrak etanol bawang putih dapat mempercepat proses penyembuhan luka gingiva tikus putih galur wistar.

Introduction Garlic is a natural herb which can be used as good alternative treatment because cheap, safe and easy to get. Garlic contains allicin which may has act antibacterial dan anti-inflammatory effect. Does garlic has an effect on the gingival wound healing and how its work will be studied. Objective The aim of this study was to investigate the topical application effect of ethanolic garlic extract on the gingival wound healing process on white wistar rat by mean of the number of PMN leucocytes, COX-2 expression, thickeness of epithelium, new blood-vessels and fibroblast. Methods This study involved 45 male wistar rats, 2,5 month age with body weight 200-250 gram who were divided randomly into five groups: negative control which were given by basis gel which containing CMC-Na, positive control which were given by benzydamine®, and the treatment group which were given by etanolic garlic extract dose of 20%, 40% and 80% dose. Each contained 9 rats and then will be subdivided into three smaller groups based on the decapitation period, i.e.: 2 nd , 5 th and 7 th day after wounded, so there are 15 small groups. All rats were wounded on the mandibular labial gingiva, between right and left incisor teeth using punch biopsy ( 2.5 mm). The extract in gel form were applied on the wound three times a day, starting on 0 days, then until 7th day. The decapitation were done on the 2 nd , 5 th and 7 th day’s based on their group. The rat were decapitated in the day of 2 nd , 5 th and 7 th after wounded. The wounded tissue were made into histological slides, after that the histological and COX-2 expression observation were done. Results The result show that etanolic garlic extract have an effect on the gingival wound healing can be seen from decreasing of PMN leucocytes, inhibiting COX-2 expression, and increased the thickeness of epithelium (P<0,05), but there’s not increased new blood-vessels and the amount of fibroblast between treated group based on the decapitation period (P>0,05). Conclusions Conclusion of this research is the topical application of ethanolic garlic extract could accelerate the gingival wound healing process of white wistar rat.

Kata Kunci : esktrak etanol bawang putih, penyembuhan luka gingiva, leukosit PMN, ekspresi COX-2, epitel, angiogenesis, fibroblas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.