STRATEGI PARTAI DEMOKRAT DI TENGAH DOMINASI PARTAI LOKAL (Kajian pada Pemilihan Umum Tahun 2009 di Kota Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam)
Muhadi, Drs. Haryanto, MA
2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik minat Politik Lokal & Otonomi DaerahPemilu 2009 di Kota Banda Aceh diwarnai kemenangan Partai Demokrat dengan memperoleh 23 persen (16.790) dari total suara sah. Perolehan ini disusul oleh Partai Aceh sebagai salah satu partai lokal yang dominan dengan suara 14.134 (19.37%). Fakta ini selanjutnya menimbulkan pertanyaan besar. Bagaimana PD mampu memenangkan pemilu legislatif tersebut, padahal partai lokal cukup menggurita di Aceh. Penelitian ini menelisik lebih jauh bagaimana strategi Partai Demokrat dalam memenangkan Pemilu 2009 khususnya di Kota Banda Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam? Dengan menggunakan metode kualitatif, peneliti berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah para pengurus PD maupun pengamat politik di Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang berupa segala pernyataan atau tindakan informan dan data sekunder yang berupa data terkait Pemilu 2009 di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwasanya PD di Kota Banda Aceh menggunakan strategi ofensif dalam memperoleh suara pada pemilu tersebut. Strategi ofensif dibedakan dengan strategi defensif yang cenderung ’pasrah’ dan mempertahankan status quo. Strategi ofensif bersifat pro aktif dengan memanfaatkan sumber daya politik yang ada. Salah satu sumber daya politik yang menjadi andalan PD adalah sosok figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang cukup populer di mata rakyat Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh. SBY sebagai figur yang kuat telah berhasil memanfaatkan kekuasaannya untuk melakukan loby-loby politik tingkat tinggi dengan para petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Keduanya pun terlihat mesra, sampai-sampai pada Pilpres 2009 silam tokoh-tokoh GAM direkrut menjadi tim sukses pemenangan pasangan SBY-Boediono.
Election 2009 in Banda Aceh City marked the victory of Partai Demokrat (P.D.) to gain 23 per cent (16.790) of total valid votes. This acquisition was followed by Partai Aceh as one of the dominant local parties with 14.134 votes (19.37%). This fact then raises a big question. How did PD able to win the legislative elections, while other local parties in Aceh has been so well-known. This study further investigating how the Partai Demokrat’s strategies in winning the 2009 elections, especially in Banda Aceh city? through qualitative methods, the author attempted to answer these questions. Data sources or informants in this study were the managers of PD as well as political observers in Banda Aceh City. Data collection techniques were in-depth interviews, observation, and documentation. This study used primary data in form of informants’ statement or action and secondary data was electionrelated data 2009 in Banda Aceh. Study results stated that PD in Banda Aceh City had used an offensive strategy in winning the election. Offensive strategy is different than defensive strategy which likely to 'surrender' and maintain a status quo. offensive strategy is pro-actively utilized the existing political resources. One source of political power which become PD’s mainstay is the figure of Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) that is very popular in the eyes of the people of Indonesia, primarily in Banda Aceh. SBY as a powerful figure has managed to harness his power to lobby some high-level political elites of the Free Aceh Movement (GAM). Both were seen intimately, to the last 2009 Presidential election that GAM leaders were recruited to success the winning of SBY-Boediono team.
Kata Kunci : Strategi, Partai Demokrat, Partai Lokal.