DINAMIKA USAHA MASYARAKAT NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DI KAMPUNG SARAWANDORI DISTRIK KOSIWO KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN PROVINSI PAPUA
Martince Mamoribo, dr. Partini
2013 | Tesis | S2 SosiologiIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.504 pulau dengan panjang garis pantai + 51.000 km, dengan di sepanjang garis ini terdapat wilayah pesisir yang relatif sempit tetapi memiliki potensi sumber daya yang kaya. Namun selama ini potensi laut tersebut belum dimanfaatkan dengan baik. Bahkan sebagian besar nelayan masih hidup dibawah garis kemiskinan dengan pendapatan kurang dari 10 dolar Amerika per kapita per bulan (Hendratmoko dan Marsudi, 2010). Termasuk dalam hal ini, kondisi nelayan di Kampung Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan masyarakat nelayan, namun belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Maka, dipandang perlu untuk melakukan studi tentang “Dinamika usaha perikanan tangkap dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di kampung Sarawandori Distrik Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua†Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui, bagaimana dinamika usaha nelayan dan bagaimana tingkat kesejahteraan nelayan di Kampung Sarawandori, Distrik Kosiwo, untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kampung Sarawandori Distrik Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua. Total keseluruhan melibatkan 25 informan bagi menggali informasi yang dibutuhkan bagi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha perikanan tangkap para nelayan di kampung Sarawandori kurang dinamis, sebagaimana dicirikan oleh: a). teknologi penangkapan masih tradisional; b) dilakukan dalam organisasi kerja yang sangat sederhana; c) produktifitas rendah, hasil tidak menentu; d) berorientasi dan hanya mampu untuk memenuhi pasar lokal; e) pendapatan rendah; f) kurang bagi memperbaiki tingkat kesejahteraanya. Tingkat kesejahteraan yang dapat dicapai oleh nelayan di Kampung Sarawandori adalah rendah. Potensi daerah pesisir di daerah penelitian belum digali secara semestinya. Usaha yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat nelayan bagi meningkatkan kesejahteraan nelayan, sejauh ini belum efektif dan perlu ditata ulang. Pemerintah daerah perlu mengkaji potensi-potensi yang ada, terutama potensi yang dapat berorientasi ke pasar lintas daerah, nasional atau bahkan ekspor, dan sedapat mungkin memilih sektor yang sustainable (lestari), bukan eskploitatif. Pemerintah perlu, berdasarkan kajian potensi wilayah, menata ulang perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah perlu merancang pendekatan pemberdayaan masyarakat, melalui pengembangan potensi-potensi yang ada. Masyarakat perlu merespon secara positif tantangan yang ada bagi meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.
Indonesia is islands nation, consist of about 17.504 islands with the coastal line length about + 51.000 km, and within this coastal line there are coastal area that narrow relatively but rich of natural resource potensial. But until to now, the fishermans these marine potencies still not be utilized yet. Even most of these fishermans still live under the poverty line with per capita income less than 10 US dollar each month (Hendratmoko and Marsudi, 2010). Including this was the fishermans in Sarawandori Village, Kosiwo District, Yapen Islands Regency. Various effort had been performed by the regional government to deveoping the fishermans community, but not showed yet the encourage result. Thus, it was needed to perform a study on “The business dynamics of fisherman community to increasing their family welfare in Sarawandori Village, Kosiwo District, Yapen Islands Regency, Papua Provinceâ€. The study was aimed to knowing how the business dynamics of the fisherman and how their welfare level in Sarawandori Village, Kosiwo District, to increasing their family welfare. This is qualitative descriptive study, was performed in Sarawandori Village, Kosiwo District, Yapen Islands Regency, Papua Province. The study involved 25 informants to explore an information that needed by the study. The result of the study showed that the catch fishery business by the fishermans community in Sarawandori Village was less dynamics, as characterized by: a). The tehcnology that was used still traditional; b) the business was run in very simple work organization; c) the productivity was low, the result was uncertainty; d) oriented to and only able to meet local market; e) low income; f) the income was less to improve their welfare. The welfare level that able to be achieved by the fishermans in Sarawandori village was low. The coastal area potency in the study area was not explored appropriately yet. The effort that had been already performed by the government and the fishermans community to increase their welfare, until to now was not effective yet and need of re planning. The regional goverment need to study on the available potencies, especially the potency that have cross region market, national and even export market, and as able as possible choosing a sustainable sector, not the explorative sector. The government need, based on area pontency study, re-planning again their regional development planning. The government need to designing the community empowerment approach through the development of the available potencies to increasing their own self welfare.
Kata Kunci : kesejahteraan nelayan, Kampung Sarawandori Distrik Kosiwo, Pemberdayaan.