PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIS DAN PERANGKAT LUNAK PENGUKURAN ANTROPOMETRI CIRCUMFERENCE DIGITAL
BENEDIKTA ANNA HAULIAN SIBORO, Dr. Eng. Herianto, ST, M.Eng
2012 | Tesis | S2 Teknik IndustriPengukuran secara digital berbasis fotografi akhir-akhir ini mendominasi penelitian tentang metode pengukuran antropometri dan menggeser pengukuran konvensional (spreading and sliding caliper, antropometer dan pita) yang kurang praktis dan mahal jika dilakukan dalam jumlah yang besar. Namun, beberapa penelitian sebelumnya masih meneliti objek yang menggunakan pakaian ketat dan tidak ditujukan pada wanita yang berjilbab sehingga perlu studi lanjut untuk meneliti pengukuran digital dengan kondisi objek tersebut. Perancangan antropometri digital pada penelitian ini dilakukan dengan membangun sebuah sistem pengukuran circumference dengan model matematika yang didukung algoritma yang dirancang agar mudah dipahami. Pengambilan foto pada penelitian ini dilakukan pada 150 responden pria, wanita dan wanita berjilbab yang miliki BMI (Body Mass Index) Normal, Underweight dan Overweight. Metode pengambilan data digital dilakukan dengan objek menggunakan sabuk dan tanpa sabuk yang dipasang pada 11 area pengukuran. Data pengukuran circumference secara manual digunakan sebagai faktor dependent pada pengembangan model matematis dan data variabel panjang dan lebar satu area objek merupakan variabel independent termasuk pula BMI. Data hasil pengukuran manual dan digital dibandingkan untuk mengetahui kesalahan pengukuran circumference. Regresi linier digunakan untuk membangun model matematis dari faktor dependen dan independen. Hasil dari pengukuran antropometri dengan menggunakan model matematika berbasis foto digital dan konvensional menunjukkan bahwa rata-rata R-Squared masing-masing jenis responden tanpa menggunakan sabuk adalah 0.69 (Pria), 0.64 (wanita berjilbab), dan 0.71 (wanita). Area error yang besar terletak pada area kepala, leher dan lengan dengan penggunaan kerudung dan pakaian yang lebih longgar sehingga mengurangi tingkat akurasi. Selain itu penelitian ini lebih baik dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan model matematis elips untuk mengukur semua area pengukuran (MAD penelitian terdahulu = 2.32, MAD penelitian ini = 1.95). Hal ini disebabkan adanya keterlibatan faktor BMI yang mempengaruhi pengukuran circumference tubuh manusia.
Digital measurement based photography dominated anthropometry measurement research lately and shift conventional measurement methods (using spreading and sliding caliper, antropometer and tape) that impractical and expensive if done in large number. However, some of previous research still study object who use tight clothes and not for veiled woman so it needs further study to research these conditions. Design of this digital anthropometry research was done by generate a model mathematic that supported by algorithm with easily understood. This research was conducted to 150 respondents randomly who have normal, underweight, and overweight BMI (Body Mass Index). Method for digital data measurement was done who object using belt and without belt on 11 points measurement. Conventional circumference measurement data was used as dependent factor and for independent factor used width, length that measured by digital. It is also include BMI as an independent factor. Linear regression formula was used to generate mathematic model from dependent and independent factors. Result of anthropometry measurement using mathematic model based on digital photograph and conventional show that R-Squared average each type of respondents without belt is 0.69 (men), 0.64 (veined women), and 0.71 (women). Major error is on upper arm and head because of hood usage, head shape characteristic and looser clothes thus reducing accuracy level. The result of this research also better than previous study that used elliptical model mathematic to measure all same points measurement (MAD previous study = 2.32, and MAD this research = 1.95), because BMI factor actually effect to measure circumference of human body.
Kata Kunci : pengukuran antropometri konvensional, antropometri digital, Body Mass Index, regresi linier, R-Squared, MAD