Hubungan Jampersal pada rasio tenaga kesehatan terhadap pasien dan keluarga klinis pasien bersalin di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo jakarta
NUR HAYATI, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, MMedSc. PhD.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Jaminan Persalinan (Jampersal) merupakan program Kemenkes RI tahun 2011 yang bertujuan menurunkan AKI dan AKB melalui peningkatan akses pelayanan persalinan di berbagai fasilitas kesehatan. Program ini meningkatkan jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit, sehingga dapat mempengaruhi rasio tenaga kesehatan terhadap pasien dan keluaran klinis pasien bersalin. Tujuan: Mengukur pengaruh pelaksanaan program Jampersal terhadap rasio tenaga kesehatan dan pasien serta keluaran klinis pasien bersalin di IGD kebidanan dan kandungan RSUPNCM Jakarta. Desain dan Metode: Digunakan desain kuasi eksperimental pre dan postes. Subjek terdiri dari seluruh tenaga kesehatan, seluruh pasien IGD Obsgin, dan hasil acak dari ibu bersalin di salah satu RS tersier di Jakarta selama sembilan bulan sebelum dan sesudah Jampersal. Dilakukan penghitungan manual jumlah tenaga kesehatan menurut k elompok profesi tiap shift dan dibandingkan dengan jumlah pasien IGD Obsgin tiap shift untuk mendapatkan rasio tenaga kesehatan terhadap pasien. Komplikasi sebagai suatu keluaran klinis persalinan didapatkan dari rekam medis. Hasil: Rerata rasio tenaga kesehatan-pasien turun dari 5,53±2,36 menjadi 3,73±1,04; rasio tenaga kesehatan terhadap pasien rawat IGD turun dari 7,97±6,61 menjadi 1,34±0,49. Sementara angka komplikasi meningkat dari 39,5% menjadi 52,9%, tetapi tidak bermakna secara statistik. Kesimpulan: Jampersal mempengaruhi rasio nakes terhadap pasien dan keluaran klinis persalinan. Rasio turun secara bermakna, sedangkan angka komplikasi meningkat, walau tidak bermakna secara statistik.
Background: Jampersal is a free delivery policy from Ministry of Health Republic of Indonesia in 2011. Its general purpose is to decrease MMR and IMR through obstetric healthcare access enhancement in many healthcare facilities. This program will increase patient visit that affect health worker-to-patient ratio and obstetric outcome as a result. Objective: To measure the effect of Jampersal implementation on health worker-to-patient ratio and obstetric outcome in Obsgin ERD of Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta. Design and Method: Pre and posttest quasi experimental design. Subjects are randomised from delivery women, all health workers, and whole patients in Obsgin ERD in one of the tertiary healthcare facility in Jakarta during nine months before and nine months after Jampersal implementation. Health worker per professional group per work shift are measured manually and divided by the number of patient per shift to obtain health worker-to-patient ratio. Complication as an obstetric outcome are measured from medical record. Result: Health worker-to-total patient ratio decrease from 5,53±2,36 to 3,73±1,04 averagely; healthcare worker-to-ERD inpatient ratio decrease from 7,97±6,61 to 1,34±0,49 after Jampersal. Meanwhile complication rate increase from 39,5% to 52,9% but not significant statistically. Conclusion: Jampersal affects health worker-to-patient ratio and obstetric outcome which decrease the ratio significantly and increase the complication rate though not significant.
Kata Kunci : Jampersal, rasio tenaga kesehatan dan pasien, keluaran klinis