ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERTAMBANGAN TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI DI KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2011 (Studi Kasus di Wilayah Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang)
Miftakhurochman, Drs. Andreas Budi Purnomo Br., M.A.
2012 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi kebijakan bidang pertambangan pasca erupsi Merapi 2010 di Kabupaten Magelang terhadap pendapatan penambang manual dan penyerapan tenaga kerja pertambangan, disamping itu penelitian ini juga mengetahui apakah ada perbedaan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja bidang pertambangan sebelum dan setelah adanya kebijakan di bidang pertambangan. Selain ini juga bertujuan mengetahui kontribusi, tingkat efektif dan efisiensi pemungutan pajak bahan mineral bukan logam dan batuan terhadap APDB Kabupaten Magelang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari para penambang manual dan kelompok penambang manual, data sekunder diperoleh dari DPU ESDM Kabupaten Magelang, DPPKAD Kabupaten Magelang, dan BPS Kabupaten Magelang. Dalam penelitian ini alat analisis yang digunakan adalah alat analisis regresi linier OLS dan uji beda dua rata-rata metoda compare mean paired t test. Selain itu juga digunakan alat analisis deskriptif untuk menjelaskan perbedaan pendapatan penambang manual, penyerapan tenaga kerja, dan besaran kontribusi, tingkat efekfifitas dan efisiensi penarikan pajak bahan mineral bukan logam dan batuan di Kabupaten Magelang. Hasil dari penelitian adalah pendapatan penambang manual dipengaruhi secara positif oleh jumlah produksi, harga jual dan jumlah pekerja, sedangkan jumlah biaya dan jumlah tenaga kerja berpengaruh negatif. Penyerapan tenaga kerja pertambangan manual dipengaruhi secara positif oleh volume bahan tambang dan pendapatan, sedangkan jam kerja berpengaruh secara negatif. Berdasarkan uji beda dua rata-rata terdapat perbedaan yang nyata dan signifikan baik pada pendapatan penambang manual dan penyerapan tenaga kerja pertambangan manual antara sebelum dan setelah adanya kebijakan pertambangan pasca erupsi Merapi 2010. Penarikan pajak bahan mineral bukan logam dan batuan selama tahun pengamatan hasil analisisnya adalah memiliki kontribusi yang masih relatif kurang baik terhadap penerimaan pajak daerah maupun PAD. Tingkat efektifitas penarikan pajak termasuk kategori sangat efektif dan tingkat efisiensi penarikan pajak termasuk kategori sangat efisien.
The purposes of this study are to analyze the effect of the implementation of mining policy after the eruption of Mt Merapi in 2010 in Magelang Regency on manual miner income and mining labor absorption, to find out whether or not there is difference in manual mining income and labor absorption, and to analyze the contribution, effectiveness, and efficiency of tax collection for non-metal minerals and rocks on the Local Budget of Magelang Regency. The data used in the study were primary and secondary data. The former was collected directly from manual miner and the groups of manual miner, while the latter was obtained from the Sub-Department of Public Work and Energy and Mineral Resources, the Sub-Department of Local Asset, Property, and Financial Management, and the Central Bureau of Statistics of Magelang Regency. In the study, a linear regression analysis was done using the OLS method and a compared mean paired t test. Moreover, a descriptive analysis was also done to analyze difference in manual mining income, mining labor absorption, and the contribution, effectiveness, and efficiency of tax collection for non-metal minerals and rocks in Magelang Regency. Result of the study indicates that the manual mining income was positively affected by production quantity, selling price, and the number of labors, while the amount of costs and the quantity of labors was negatively affected. The absorption of manual mining labor was positively affected by the volume of mining materials and income, while average working hours were affected negatively. Based on the results of compared mean paired t test, it can be known that there was a significant difference in manual mining income and the absorption of manual mining labors before and after the implementation of mining policy after the eruption of Mt Merapi in 2010. Analysis on the tax collection for non-metal minerals and rocks during the period of observation indicates that it had a relatively good contribution on local tax and income. Meanwhile, the tax collection was categorized as highly effective and efficient.
Kata Kunci : pendapatan penambang, penyerapan tenaga kerja, kontribusi pajak, efektifitas, efisiensi, pertambangan.