PEMODELAN SPASIAL AVIAN INFLUENZA MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS MOBILE (MOBILE-GIS)
Mujiyanto, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Avian influenza (AI) atau flu burung merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di dunia dan juga di Indonesia. Sampai akhir tahun 2011 kasus AI di Indonesia adalah 183 kasus dengan kematian yang sangat tinggi yaitu 151 kasus. Provinsi DKI Jakarta menjadi propinsi terbanyak jumlah kasus AI dari tahun 2005 – 2011 yaitu 50 kasus, selanjutnya Provinsi Jawa Barat dengan 45 kasus, dan Provinsi Banten dengan 31 kasus. Studi ini untuk mengetahui epidemiologi spasial penyakit avian influenza yang menggunakan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan memanfaatkan teknologi SIG berbasis mobile menggunakan Personal Digital Assistant (PDA) yang terhubung dengan Global Positioning System (GPS). Subyek penelitian merupakan total populasi kasus AI pada manusia di wilayah Kota Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangerang Selatan dengan jumlah 86 kasus. Pemodelan spasial dilakukan untuk menganalisis dan memprediksi kejadian dan tren kasus AI. Hasil: Hubungan kepadatan penduduk dengan distribusi kasus memiliki hubungan yang tidak bermakna dengan p-value 0,759. Pola spasial kasus AI pada manusia cenderung mengelompok (cluster) dengan Nearest Neighbor Index 0.8313, z – 299 dan p- value 0,01.Terdapat satu kluster (most likely cluster) yang bermakna dengan p-value 0,029 dengan pusat koordinat 06° 14' 48.8 LU dan 106° 41' 43.199\" BT dengan radius 6.69 km. . Tren kasus dianalisis dengan analisis Standard Deviational Ellipses didapatkan 2 bentuk elips yang menunjukan arah pergerakan kasus AI ke arah barat dan timur. Kesimpulan: Kepadatan penduduk tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan distribusi kejadian kasus AI pada manusia. Tren distribusi kasus AI pada manusia di Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangerang Selatan memiliki pergerakan ke arah barat dan timur.
Background : Avian influenza (AI) is an infectious disease of birds caused by type A strains of the influenza virus and still a serious public health problem in the world and also in Indonesia. Since 2005 until the end of 2011, Indonesia has the world's highest fatality rate from avian influenza. The number of people with the virus in Indonesia has risen to 183 until Desember 2011, of whom 151 have died. Most cases occurred in DKI Jakarta Province with 50 cases, West Java with 45 cases and Banten province with 31 cases. Objective : This research to investigate the spatial epidemiology of avian influenza using remote sensing data and Geographical Information Systems. Method : This research used descriptive research survey using Mobile GIS and Personal Digital Assistant (PDA) linking GPS. The subject of the study was the total population in human cases of AI in the city of Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang and South Tangerang and the total number was 86 cases. Spatial modeling carried out to analyze and predict events and trends AI cases. Results : The relationship between the population density and distribution of cases have no meaningful relationship with a p-value 0.759. The spatial pattern of AI cases in humans tend to cluster with the Nearest Neighbor Index 0.8313, z - 299 and p-value 0.01. There is one cluster (most Likely cluster) is significant with p-value 0.029 with center coordinates 06 ° 14 '48.8 N and 106 ° 41' 43 199 \"E with a radius of 6.69 km. Trend of cases analyzed by Standard Deviational Ellipses with 2 ellipses. The elliptical shape shown the movement and directional of AI cases to west and east. Conclusions: Distribution trend of AI cases in Jakarta, Jakarta, Depok, Tangerang, South Tangerang have the dispersal movement to west and east. The relationship between the population density and distribution of cases have no meaningful relationship.
Kata Kunci : avian influenza, pemodelan spasial, Provinsi DKI Jakarta