ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS BARITO KUALA (SIMPUSBAKU) DI PUSKESMAS KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Irmansyah Hadi, Bapak dr.Lutfan Lazuardi,M.Kes.,Ph.D
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) sejak 2008. SIMPUS ini terintegrasi antara administrasi dengan pelayanan. Penerapan SIMPUS bertujuan untuk memperoleh data yang berkualitas, akurat, relevan dan tepat waktu, dalam membantu pengambilan keputusan. Namun demikian banyak permasalahan dalam penerapan SIMPUS Puskesmas berhubungan faktor teknis, organisasi, perilaku serta kualitas data dan pemanfaatan informasi. Tujuan : Untuk melihat faktor pendukung dan penghambat penerapan SIMPUS berhubungan dengan faktor teknis, organisasi, perilaku serta kualitas data dan pemanfaatan informasi dengan menggunakan kerangka PRISM (Performance of routine information systems management) dari Aqil et al 2009. Metode : Penelitian menggunakan metode kualitatif di 6 Puskesmas Kabupaten Barito Kuala. Data didapatkan melalui wawancara, observasi, analisis dokumen dengan 36 responden. Hasil dan Pembahasan : Faktor-faktor yang mendukung terhadap pelaksanaan SIMPUSBAKU adalah ketersediaan manual SIMPUS, desain yang mudah, dan manfaat untuk menghasilkan laporan yang cepat dan akurat seperti pelaporan LB1, LPLPO, STP. Sedangkan implementasi SIMPUS didukung oleh staf yang terlatih dan pengawasan berkala dari dinkes. Faktor yang menghambat penerapan SIMPUS adalah perlunya biaya pemeliharaan dan perlunya SDM terlatih, perangkat keras yang memandai. Hal ini masih menjadi masalah di Kabupaten Barito Kuala. Tidaksemua laporan yang ada dipenuhi oleh perangkat lunak SIMPUS. Beberapa perangkat keras mengalami kerusakan dan masih adanya tergantung dengan vendor. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa SIMPUS akan berhasil bila semua faktor yaitu teknis, organisasi, perilaku serta kualitas data dan pemanfaatan informasi bisa terpenuhi.
Background: Health Office of Barito Kuala had implemented Management Information System of Health Center (SIMPUS) since 2008. SIMPUS was integrated with service administration. The implementation of SIMPUS was aimed at gathering quality, accurate, relevant and real time data that helped in decision making. However there were some problems in the implementation of SIMPUS in relation to technical factors, organization, behavior, data quality and the utilization of information. Objective: To identify supporting and inhibiting factors in the implementation of SIMPUS in terms of technical factors, organization, behavior, data quality and the utilization of information using PRISM (Performance of Routine Information System Management) developed by Aqil et al (2009). Method: The study used qualitative method in 6 health centers at District of Barito Kuala. Data were obtained through interview with 36 respondents, observation, and document analysis. Result and Discussion: Factors supporting the implementation of SIMPUSBAKU were availability of SIMPUS manual, simple design, and benefits in producing real time and accurate reports such as morbidity data (LB1), report of drug use and request sheet (LPLPO), and disease integrated surveillance (STP). The implementation of SIMPUS was supported by skilled staff and periodic monitoring from district health office. Factors inhibiting the implementation of SIMPUS were unavailability of maintenance budget and inadequate hardware. These were persisting problems at District of Barito Kuala. Not all reports could be generated from SIMPUS. Some hardware was broken and there was high dependence on vendors. Conclusion: SIMPUS would succeed when all factors (technical, organizational, behavioral, data quality and utilization of information) were met
Kata Kunci : Faktor teknis, organisasi, perilaku, kualitas data, Puskesmas.