PENGARUH IMPLEMENTASI SIMPUS PADA INPUT, PROSES DAN KUALITAS DATA SURVEILANS TERPADU PENYAKIT DI PUSKESMAS KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Herni Yanti, Bapak dr.Lutfan Lazuardi,M.Kes,Ph.D
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Pengumpulan, pengolahan dan analisis data kegiatan surveilans terpadu penyakit di Puskesmas Kabupaten Tapin masih sering dilakukan secara manual, sehingga terkadang terjadi kesalahan dan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu karena banyak data yang harus dilaporkan sering menyebabkan keterlambatan pengiriman ke Dinas Kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sejak tahun 2005 diterapkan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) berbasis komputer di Kabupaten Tapin. Tujuan : Mengetahui sejauh mana peranan SIMPUS berbasis komputer terhadap kegiatan Surveilans Terpadu Penyakit (STP) di Puskesmas Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus, yaitu dengan menggali secara mendalam mengenai peranan SIMPUS terhadap program surveilans pada kegiatan input, proses dan output untuk memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai penggunaan dan manfaat SIMPUS terhadap program surveilans di Puskesmas Kabupaten Tapin. Hasil dan Pembahasan : Di Puskesmas Tambarangan aplikasi SIMPUS membawa manfaat terhadap program surveilans, karena entry data, olah data dan analisis data tidak perlu dilakukan manual. Pada Puskesmas yang tidak menggunakan aplikasi SIMPUS entry data, olah data dan analisis data surveilans membutuhkan kecermatan dan waktu yang lebih lama. Hal ini menyebabkan ketepatan waktu dan kelengkapan jumlah laporan puskesmas yang tidak menggunakan aplikasi SIMPUS persentasinya lebih rendah dibandingkan puskesmas yang menggunakan aplikasi SIMPUS. Hasil Analisis menunjukkan bahwa penerapan SIMPUS berbasis komputer membawa pengaruh yang positif terhadap program surveilans. Entry data surveilans lebih aman tersimpan dalam database SIMPUS, pengolahan data dan analisis data surveilans menjadi lebih cepat. Laporan mingguan dan laporan bulanan surveilanspun dapat dikirim tepat waktu serta lengkap. Namun kualitas SDM petugas surveilans masih kurang, karena petugas hanya bisa merekap laporan, belum memiliki keterampilan untuk menganalisis dan mengkaji data serta cara menyajikan data. Kesimpulan dan saran : Penelitian ini membuktikan dengan penggunaan aplikasi SIMPUS meningkatkan ketepatan waktu dan kelengkapan jumlah laporan surveilans, karena pengolahan dan analisis data menjadi lebih cepat. Perlu dilakukan pelatihan dan supervisi untuk meningkatkan keterampilan petugas surveilans
Background: Data collection, processing and analysis of disease integrated surveillance activities at health centers in District of Tapin are still carried out manually so that sometimes there are errors that need time for correction. Besides, lots of data that have to be reported often come late to the Health Office. To overcome the problem, computer-based Management Information System of Health Center (SIMPUS) was implemented since 2005 at District of Tapin. Objective: To identify role of computer-based SIMPUS in the activities of Disease Integrated Surveillance (DIS) in health centers at District of Tapin Kalimantan Selatan. Method: The study was qualitative with case study design that probed the role of SIMPUS in the program of surveillance in input, process, and output activities to get a comprehensive overview on the utilization and benefit of SIMPUS in the surveillance program at Tapin district health centers. Result and Discussion: SIMPUS application brought benefits to surveillance program since data entry, processing, and analysis were no longer done manually. In health centers that had not adopted SIMPUS, entry, processing, and analysis of surveillance data required accuracy and took longer time. This resulted in lower percentage of timeliness and completeness of reports in health centers that had not used SIMPUS application. Computer-based SIMPUS application brought positive impact to surveillance program. Entry, processing, and analysis of surveillance data could be done more quickly. Surveillance weekly and monthly reports could be sent timely and comprehensively. However, quality of surveillance staff was still inadequate. Staff had not had skills in analyzing, assessing, and presenting data. Conclusion and Suggestion: SIMPUS application improved timeliness and comprehensiveness of surveillance reports due to speedy data processing and analysis. Training and supervision were needed to improve skills of surveillance staff.
Kata Kunci : Surveilans, Puskesmas, SIMPUS