HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN PERILAKU MAKAN REMAJA DI SMA WILAYAH KOTA BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
ATIKAH RAHAYU, dr. Madarina Julia, Sp.A (K), MPH, Ph.D
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial, perubahan ini mempengaruhi kebutuhan gizi remaja ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan dan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi. Adanya anggapan yang keliru terhadap citra tubuh dapat mendorong remaja pada perilaku makan yang menyimpang. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan perilaku makan remaja di SMA wilayah Kota Banjarmasin. Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross sectional, digunakan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan perilaku makan remaja di SMA wilayah Kota Banjarmasin. Sebelum pelaksanaan penelitian terlebih dahulu dilakukan skrining untuk mendapatkan siswa-siswi berstatus gizi obes, normal dan kurus dengan jumlah sampel minimal yang diteliti sejumlah 87 orang untuk tiap kelompok dengan umur 16-18 tahun. Penentuan sekolah sebagai lokasi penelitian secara Cluster Random Sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Stratified Random Sampling. Analisis statistik dengan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan stratifikasi. Hasil : Remaja kurus yang tidak puas terhadap citra tubuh lebih berisiko mengalami perilaku makan menyimpang; perempuan berstatus gizi obes dan normal yang tidak puas terhadap citra tubuh lebih berisiko mengalami perilaku makan menyimpang; remaja obes tidak puas terhadap citra tubuh pada ayah dan ibu berpendidikan tinggi dan remaja normal pada ayah berpendidikan rendah lebih berisiko mengalami perilaku makan menyimpang; remaja normal dan kurus, risiko perilaku makan menyimpang akibat ketidakpuasan terhadap citra tubuh tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu; remaja obes dan normal yang tidak puas terhadap citra tubuh berisiko tinggi mengalami perilaku makan menyimpang pada status sosial ekonomi golongan atas; sedangkan pada remaja kurus berisiko tinggi pada status sosial ekonomi keluarga golongan bawah; semua kelompok, ketidakpuasan terhadap citra tubuh dengan perilaku makan menyimpang lebih berisiko dialami remaja yang tidak merokok. Kesimpulan : Citra tubuh berhubungan dengan perilaku makan
Background: Teenager period is the period when there are quick changes in the process of physical, cognitive and psychosocial growth. The changes affect nutrition need of teenagers. Unbalanced state between intake of need and or adequacy will bring nutrition problem. Wrong perception to body image can cause teenagers to have inappropriate eating behavior. Objective: To identify association between body image and eating behavior of senior high school teenagers at the area of Banjarmasin Municipality. Method: The study was analytic observational with cross sectional design. Prior to the study a screening was taken to get students with obese, normal, and stunted nutrition status with minimum number of samples as many as 87 students for each group of 16-18 years old that were taken through proportional stratified random sampling. The choice of schools as location of the study was made through cluster random sampling. Statistical analysis used univariate, bivariate and stratification. Results: Underweight teenagers dissatisfied with body image had risk greater for inappropriate eating behavior; obese and normal weight female teenagers dissatisfied with body image had greater risk for inappropriate eating behavior; obese teenagers with highly educated fathers and mothers and normal weight teenagers with lowly educated father dissatisfied with body image had greater risk for inappropriate eating behavior; normal weight and underweight teenagers, the risk of inappropriate eating behavior due to dissatisfaction with body image is not affected by the education mothers; obese and normal weight teenagers from high social economic status dissatisfied with body image had risk greater for inappropriate eating behavior; underweight teenagers from low social economic status dissatisfied with body image had risk greater for inappropriate eating behavior; in all groups, the dissatisfaction with body image had risk greater for inappropriate eating behavior experienced by teenagers who do not smoke. Conclusion: Body image was associated with eating behavior.
Kata Kunci : Remaja, citra tubuh, perilaku makan