Laporkan Masalah

EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS LAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS DI KABUPATEN KULONPROGRO

Wilis Prasetyo, SKM, Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr PH

2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMPK

Latar Belakang: Limbah medis puskesmas merupakan limbah B3 sehingga memerlukan pengelolaan secara efektif dan efisien dapat memenuhi standar kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi manajemen pengelolaan limbah layanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Kulonprogo . Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif evaluasi. Model evaluasi yang dilakukan adalah pendekatan evaluasi formal yaitu berdasarkan standart-standart yang berlaku. Data dikumpulkan melalui observasi dokumen, kuesioner terbuka dan tertutup dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Kepala Puskesmas se Kabupaten Kulon Progo dan Petugas Pelaksana Pengelolaan Limbah di 20 puskesmas sebanyak 20 orang. Hasil. (1). Ditinjau dari ketenagaan, tenaga Pengelola yang berada di puskesmas sudah memenuhi minimal klasifikasi pendidikan yang disyaratkan kesehatan Ditinjau dari organisasi, koordinasi dan kerjasama telah dilakukan seperti dengan BTKL, rumah sakit swasta dan pemerintah. (2) Kegiatan pemilahan, pewadahan, pengangkutan dan pengolahan limbah medis layanan kesehatan puskesmas di Kabupaten Kulonprogo secara umum telah dilakukan dan sesuai dengan standar. (3) Ditinjau dari cakupan layanan, pelayanan pengolahan limbah medis di Kabupaten Kulonprogo sudah menjangkau seluruh puskesmas. Namun demikian output pengelolaan limbah medis tidak dapat diukur dari jumlah limbah yang ditangani, kapasitas pelayanan, jumlah limbah yang dimusnahkan, tetapi minimalisasi limbah perlu dilakukan sejak dari sumber. Ditinjau dari kepuasan stakeholder, pengelolaan sampah sudah baik namun perlu terus ditingkatkan. Kesimpulan. pengelolaan limbah medis layanan kesehatan puskesmas di Kabupaten Kulonprogro secara umum sudah memenuhi standar. Namun demikian pengelolaan masih berorientasi pada penanganan dan belum pada minimalisasi sampah ditingkat sumber.

Background: The medical waste is a health center B3 waste that requires management too effectively and efficiently to meet health standards. Objective: This study aims to evaluate the management of health care waste management at Community Health Center Kulonprogo. Methods: This research uses descriptive analytical approach to evaluation. Model evaluation is a formal evaluation approach that is based on applicable standards. Data collected through observation of documents, questionnaires open and closed with the Head of District Health Office Kulonprogo, Environmental Health Section Chief Kulonprogo District Health Office, and Head of Puskesmas in the Kulonprogo District and Waste Management Executive Officer in 20 health centers as many as 20 people. Results: (1) Judging from the energy, power manager in the health center meets the minimum classification required health education. Judging from the organization, coordination and cooperation have been carried out as with BAPPEDAL, BTKL, and private and government hospitals. (2) The sorting, waste storage, transportation and processing of medical waste at health care centers Kulonprogo was generally conducted in accordance with the standards. (3) Judging from the coverage of services, medical waste treatment services in the District Kulonprogo already reached all health centers. However, output management of medical waste can not be measured by the amount of waste handled, service capacity, the amount of waste disposed, but the minimization of waste needs to be done since the source. Judging from the stakeholders' satisfaction, waste management is good but needs to be improved. Conclusion: medical waste management health care clinics in district general Kulonprogo already meet the standards. However, management is still oriented to the handling and not on the minimization of waste at the source.

Kata Kunci : Pengelolaan Limbah Medis, Puskesmas, Evaluasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.