PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG SEKS PRANIKAH TERHADAP PEMANFAATAN PUSAT INFORMASI KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (PIK-KRR) PADA REMAJA DI KOTA PALANGKA RAYA
Yeni Lucin, Prof. dr. Djauhar Ismail, Sp.A(K), MPH, Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Perilaku seks pranikah mengakibatkan risiko kehamilan tidak diinginkan, 60% remaja pernah mengalami kehamilan berakhir aborsi, dan 13% berakibat kematian. Penyebab timbulnya seks pranikah karena rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan sikap negatif dan ambivalen terhadap perilaku seks pranikah. Salah satu upaya mengurangi permasalahan remaja adalah peyediaan tempat pelayanan kesehatan reproduksi yang mudah diterima dan terjangkau, yaitu Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-KRR) Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang seks pranikah terhadap pemanfaatan PIK-KRR oleh remaja Kota Palangka Raya. Metode Penelitian: Desain penelitian kuantitatif dilengkapi indepth interview desain cross-sectional ,besar sampel 178 orang pada remaja sekolah menengah atas usia 15-21 tahun. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariabel, bivariabel dengan uji statistik chi-square p < 0,05 dan tingkat kemaknaan CI 95%, dan multivariabel dengan regresi logistik. Hasil: Prosentase pemanfaatan PIK-KRR sebesar 33,7%. Analisis multivariabel menunjukan terdapat hubungan bermakna antara pemanfaatan PIK-KRR dengan pengetahuan nilai OR 5.20 (95% CI 2,07-13,06) dan sikap nilai OR 3,76 (CI 95% 1,86-7,60) perilaku OR 3,16 (95% CI = 1,36-7,32). Paparan informasi terhadap PIK-KRR menunjukan p-value 0,395. Multivariabel regresi logistik memprediksi pemanfaatan PIK-KRR sebesar 16%. Hambatan pemanfaatan PIK- KRR oleh remaja malu, waktu layanan, petugas kurang komunikasi, ruang tidak nyaman. Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan dan sikap positif terhadap seks pranikah maka peluang memanfaatkan PIK-KRR semakin besar, peningkatan pemanfaatan PIK-KRR meningkat pada remaja SMA dengan perilaku seks pranikah ringan. Sedangkan perilaku seks panikah berat tidak memanfaatkan PIK-KRR.
Background: Premarital sex behavior results in risk of unwanted pregnancies. About 60% of teens have had pregnancies ending in abortion in which and 13% of them result in death. The causes for premarital sex are the low reproductive health knowledge and negative attitude and ambivalence toward premarital sex behavior. One effort to reduce and prevent adolescent problems is the availability of reproductive health service facilities which are easily acceptable and affordable, such as the Center for Information and Counseling-Adolescent Reproductive Health (PIK-KRR). Objective: To determine the relationship of knowledge, attitude and behavior about premarital sex to the utilization of PIK-KRR by adolescents in Palangkaraya Municipality. Methods: This was a quantitative study using in-depth interview, a crosssectional design. The sample size was 178 adolescents in high school aged 15-21 years. Sampling used a purposive sampling and simple random sampling. Data analysis used univariable analysis, bivariable analysis with chi-square statistical tests p <0.05 and CI 95% significance level, and multivariable analysis with logistic regression. Results: The proportion of PIK-KRR utilization was 33.7%. The multivariable analysis showed a significant relationship between the utilization of PIK-KRR and knowledge with the OR 5.20 (95% CI: 2.07 to 13.06), the attitude with the OR 3,76 (95% CI 1.86 to 7.60), and behavior with OR 3,16 (95% CI = 1.36 to 7.32). Model 1 of the logistic regression predicted KRR PIK utilization of 16%. Barriers to the utilization of PIK-KRR by adolescents were embarrassment, lack of time, less communicative officers, and uncomfortable rooms. Conclusion: The higher knowledge and positive attitude toward premarital sex resulted in the greater chance of utilizing PIK-KRR. Adolescents with moderate premarital behavior were likely to have increased utilization of PIK-KRR while those with severe sexual behavior were not.
Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, perilaku, seks pranikah, pemanfaatan PIK-KRR