RISIKO PENGGUNAAN ZAT ADIKTIF TERHADAP KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA: ANALISIS SURVEI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA INDONESIA TAHUN 2007
M.Saiful Rahman, Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG(K), Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Remaja merupakan suatu masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa dengan karakterisitik yang berbeda sebagai akibat dari perubahan hormon yang sangat besar dan memicu mereka untuk mencoba sesuatu yang baru termasuk penggunaan zat adiktif. Perilaku ini mempunyai risiko tinggi terhadap kesehatan repoduksi terkait dengan aktivitas seks dini dan jumlah pasangan seks yang diakibatkan yang dapat menuju terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja, yang pada penelitian sebelumnya berbeda antara konteks desa dan kota. Tujuan: untuk mengetahui lebih jauh risiko penggunaan zat adiktif terhadap terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja di Indonesia dengan menganalisis data sekunder dari Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia tahun 2007 dilihat dari konteks tempat tinggal. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian case control yang berawal dari kasus kejadian kehamilan tidak diinginkan pada remaja (n=110) dibandingkan dengan kontrol (n=220) yang dicocokkan dengan karekteristik kasus yaitu umur, jenis kelamin dan tempat tinggal (desa atau kota). Data remaja berasal dari SKRRI 2007 dan digabungkan dengan data ibu ( pendidikan dan pekerjaan) yang terdapat pada kuesioner SDKI 2007, selanjutnya dengan menggunakan software stata 11.2 dilakukan uji beda x² untuk melihat perbedaan antara kasus dengan kontrol (analisis bivariat) dan uji statistik regresi logistik untuk mengetahui risiko penggunaan zat adiktif terhadap terjadinya kehamilan tidak diinginkan (analisis multivariat). Hasil: Berdasarkan uji beda didapatkan adanya perbedaan bermakna penggunaan zat adiktif antara kelompok remaja dengan riwayat kehamilan tidak diinginkan dibandingkan kontrol (p < 0,05) dan berdasarkan interaksi antara rokok, alkohol dan obat terlarang, maka kontribusi alkohol dan obat terlarang memiliki mempunyai pengaruh yang kuat terhadap terjadinya kehamilan tidak diinginkan dibandingkan rokok Kesimpulan: Perlu penguatan keluarga maupun kebijakan yang dapat melindungi remaja dari pengaruh penggunaan zat adiktif sedini mungkin.
Background: Adolescent is the transition period from childhood to adulthood. The characteristic of hormonal changes will trigger them for new experience including the use of substance abuse among them. This behavior will impact to high risk of reproductive health related with early sex activity and the number of sex partner and will toward to unwanted pregnancy in different setting of urban and rural areas. Objective: This research will find out more deeply about the risk of the use of substances abuse among youth people to unwanted pregnancy, which is by analyzing of secondary data from Indonesia Young Adult Reproductive Health Survey 2007. Methodology: Case control study is applied in this research and begins from the of unwanted pregnancy among adolescent (110). The matching process conducted after the total case found with age, sex, urban or rural setting (1 case match with 2 controls). The adolescent data of the survey will be linked with data of the mother from DHS 2007 to find the characteristic of mother. Furthermore, the analysis use software of STATA ver 11.2 for different test (x 2 ) among two groups (bivariate) and regressing logistic for risk of substances abuse to unwanted pregnancy (multivariate). Result: The use of substances abuse between case and control is significantly different (p < 0,05) and based on model, the use of alcohol and drug have strong effect to unwanted pregnancy among adolescent. Conclusion and suggestion: Family and policy are needs to be strengthen to protect adolescent from the use of substances abuse as early as possible.
Kata Kunci : Remaja, Kehamilan tidak diinginkan, rokok, alkohol, obat terlarang