EVALUASI PENGETAHUAN, SIKAP DAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN (PERMENKES) NOMOR 1464 TAHUN 2010 OLEH BIDAN DI KABUPATEN KEBUMEN PROPINSI JAWA TENGAH
Eni Indrayani, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG (K), Ph.D
2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIALatar Belakang: Tenaga bidan sebagai petugas yang memberikan pelayanan kesehatan ibu yang berada di lini primer terdepan diharapkan terampil dalam memberikan pelayanan yang berkualitas karena di dalam masyarakat, bidan mempunyai kedudukan yang positif dan kuat. Di dalam memberikan pelayanan kesehatan bidan juga harus mengerti kewenangan, hak dan kewajibannya. Bidan juga harus dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai seorang yang profesional di bidangnya dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku dalam melaksanakan praktek yaitu sesuai dengan Permenkes nomor 1464/menkes/ per/x/2010. Berdasarkan Permenkes tersaebut, bidan juga diberi kewenangan melaksanakan pelayanan secara mandiri dan diberi ijin melaksanakan praktek perorangan melayani masyarakat. Tujuan: Untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi pengetahuan dan kepatuhan bidan di wilayah Kabupaten Kebumen dalam menjalankan praktik pelayanan kebidanan mandiri sesuai dengan Permenkes nomor 1464 tahun 2010. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini didukung oleh data kualitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen. Sampel penelitian adalah bidan praktek mandiri sejumlah 152 responden. Variabel penelitian meliputi: variabel terikat adalah pengetahuan tentang Permenkes 1464 bidan tahun 2010, variabel bebas adalah kepatuhan bidan terhadap alat, administrasi dan praktik. Variabel luar adalah sikap, tingkat pendidikan, umur dan pembinaan. Pengambilan data dengan kuesioner dan wawancara mendalam. Data di analisis menggunakan analisis univariabel, analisis bivariabel, yaitu chi square dengan p <0,05 dan CI 95%, dan analisis multivariabel dengan regresi logistik ganda. Hasil: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kepatuhan alat. Hubungan ini tidak bermakna secara praktis dan statistik yang dapat dilihat dari nilai p =0,21 dan nilai RP sebesar 0,9 (CI95%= 0,76-1,06). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kepatuhan administrasi. Hubungan ini bermakna secara statistik yang dapat dilihat dari nilai p =0,016 dan nilai RP sebesar 0,69 (CI95%= 0,50-0,95). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kepatuhan praktik. Pengetahuan bermakna secara statistik maupun praktis terhadap kepatuhan praktik yang dapat dilihat dari nilai p =0,007dan nilai RP sebesar 2,66 (CI95%= 1,27-5,59). Tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel luar yaitu sikap, umur, pendidikan dan pembinaan dengan variabel bebas yaitu pengetahuan. Pada analisis regresi logistik ganda terdapat hubungan yang bermakna secara statistik maupun praktis antara pengetahuan dengan kepatuhan praktik setelah dikontrol dengan variabel pendidikan, pembinaan dan sikap dimana nilai OR=3,08 dan 95% CI=1,21-7,83 serta nilai R 2 =0,149. Kesimpulan: Kepatuhan bidan terhadap alat dan administrasi lebih rendah pada bidan yang pengetahuannya tinggi. Kepatuhan bidan terhadap praktik lebih tinggi pada bidan yang pengetahuannya tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap kepatuhan alat (umur dan pembinaan), terhadap administrasi (umur, pendidikan dan pembinaan) dan terhadap kepatuhan praktik (pendidikan, pembinaan dan sikap). Hasil analisis multivariabel dengan permodelan menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan praktik, dengan mengontrol variabel pendidikan, pembinaan dan sikap dapat memberikan kontribusi sebesar 149 % terhadap kepatuhan praktik.
Background: Midwives as an officer to provide maternal health services is expected skilled in providing quality services in the community because the midwife had a positive and powerful positions in society. In providing health care midwives will have to understand the authority, rights and obligations. Midwives should also be able to carry out its duties and functions as a professional in his field. In carrying out the practice of independent midwives Minister of Health based on the number 1464/menkes/per/x/2010 governing Midwives Registration and Practice. Objective: To evaluate and identify the knowledge and compliance in the Kebumen midwife to practice midwifery in accordance with the self-Permenkes number 1464 of 2010 Method: This is a type of quantitative and qualitative research with a cross-sectional design. This research was supported by the qualitative data. The research was conducted in the Department of Health Kebumen. The research sample was independently practicing midwives number of 152 respondents. The variables of study include: the dependent variable is knowledge Permenkes 1464 midwives in 2010, the independent variable is the midwife of compliance tools, and practice administration. External variable is the attitude, level of education, age and formation. Data is collected with a questionnaire and in-depth interviews. Data were analyzed using analysis univariabel, bivariable analysis, the chi square with p <0.05 and 95% CI, and multivariable analysis with multiple logistic regression. Results: No significant correlation between knowledge of compliance tools. This relationship was not statistically significant, practical and can be seen from the value of p = 0.21 and RP value of 0.9 (CI95% = 0.76 to 1.06). There is a significant relationship between knowledge of the administrative compliance. This relationship was statistically significant which can be seen from the value of p = 0.016 and RP value of 0.69 (CI95% = 0.50 to 0.95). There is a significant relationship between knowledge of the compliance practices. Knowledge of statistical significance and practical adherence practices which can be seen from the value of p = 0.007 and RP value of 2.66 (CI95% = 1.27 to 5.59). There is no significant relationship between external variables that attitude, age, education and guidance to the independent variable knowledge. In multiple logistic regression analysis found a statistically significant relationship between knowledge and practical with compliance practices after the controlled variables of education, training and the manner in which the value of OR = 3.08 and 95% CI = 1.21 to 7.83 and the value of R2 = 0.149. Conclusion: Compliance and administration tools midwives to lower high knowledge midwife. Compliance midwife to practice midwifery higher in the high knowledge. Factors influencing knowledge of compliance tools (age and development), the administration (age, education and training) and the compliance practice (training, coaching and attitude). The results of multivariable analysis with modeling showed no significant association between adherence knowledge with practice, the control variables of education, training and attitudes can contribute is 149% adherence practices.
Kata Kunci : Pengetahuan, Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1464, kepatuhan alat, administrasi dan praktik, bidan praktek mandiri.