Laporkan Masalah

BERAT LAHIR SEBAGAI FAKTOR PROGNOSIS UNTUK KEMATIAN NEONATAL DINI PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH

Margono,S.Pd., Prof. dr. H. Mohammad Hakimi, Ph.D, Sp.OG(K)

2012 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik/EK

Latar belakang: Sekitar 38% kematian bayi terjadi pada usia kurang dari 28 hari dan 75% diantaranya merupakan kematian neonatal dini. Berat lahir rendah berkontribusi besar terhadap kejadian kematian neonatal dini. Pengenalan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kematian neonatal dini pada BBLR dapat mengarahkan kita dalam mengelola atau menciptakan kondisi yang optimal sehingga dapat menurunkan angka kematian neonatal dini pada BBLR. Tujuan: Mengetahui besar risiko berat lahir terhadap kejadian kematian neonatal dini pada bayi berat lahir rendah. Bahan dan cara: Penelitian dilakukan dengan rancangan historical cohort, dimulai dengan menelusuri catatan rekam medis bayi yang lahir di RSUD Bantul. Subyek penelitian adalah bayi berat lahir kurang dari 2000 gram sebagai kelompok subyek terpapar dan bayi berat lahir antara 2000 gram sampai 2499 gram sebagai kelompok subyek tidak terpapar, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dari kedua kelompok subyek dilakukan uji statistik RR, dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan bantuan perangkat komputer program SPSS versi 16.0 pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Selama periode penelitian terdapat 2854 persalinan. Bayi yang lahir dengan berat lahir rendah ada 322 kasus, 303 diantaranya memenuhi kriteria sebagai sampel. Insidensi BBLR 11,28%. Bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 gram sebagai kelompok subyek terpapar sebanyak 150 kasus dan bayi dengan berat lahir antara 2000 gram sampai 2499 gram sebagai kelompok subyek tidak terpapar sebanyak 153 kasus. Risiko kematian neonatal dini pada bayi berat lahir kurang dari 2000 gram dengan kehamilan preterm meningkat 5,5 kali (95% CI 1,39-21,77; p 0,002) dibandingkan bayi berat lahir antara 2000 gram sampai 2499 gram pada umur kehamilan yang sama. Faktor-faktor lain yang berpengaruh secara bersama-sama terhadap kematian neonatal dini adalah kelainan bawaan (RR 9,63 dan 95% CI 1,90-328,29); letak lintang (RR 24,99 dan 95% CI 2,46- 41,66); dan nilai APGAR < 7 ( RR 3,36 dan 95% CI 1,33-8,47). Kesimpulan: Berat lahir kurang dari 2000 gram pada BBLR preterm berpengaruh secara bermakna terhadap kejadian kematian neonatal dini.

Background: About 38% of infant mortality occurs in those of less than 28 days old of which 75% is neonate mortality. LBW greatly contributes to the incidence of neonate mortality. Introduction to factors affecting neonate mortality in LBW infants can lead us to the management of optimum condition that minimizes neonate mortality rate in LBW infants. Objective: To identify risk of birth weight for the incidence of neonate mortality in LBW infants. Method: The study used historical cohort design, started from observing medical records of infants born at Bantul Hospital. Subjects of the study were LBW infants of less than 2,000 grams as exposed group and those between 2,000 and 2,499 as non exposed group selected according to inclusion and exclusion criteria. Data of the two groups were analyzed using RR statistical test with bivariate and multivariate analysis at confidence interval 95%. Result: During the period of the study there were 2,854 childbirths. There were 322 cases of LBW infants, 303 of them met criteria as samples. Incidence of LBW was 11.28%. There were 150 cases of infants at birth weight less than 2,000 grams as exposed group and 153 cases of infants at birth weight between 2,000 and 2,499 grams as non exposed group. Risk of neonate mortality in infants at birth weight less than 2,000 grams in preterm pregnancy increased 5.5 times (95% CI 1.39-21.77; p 0.002) than infants at birth weight between 2,000 and 2,499 grams in preterm pregnancy. Other factors simultaneously affecting neonate mortality were congenital disorder (RR 9.63 and 95%CI 1.90-328.29), breach position (RR 24.99 and 95%CI 2.46-41.66) and score of APGAR<7 (RR 3.36 and 95%CI 1.33-8.47). Conclusion: Birth weight of less than 2,000 grams in LBW infants at preterm pregnancy significantly affected the incidence of neonate mortality.

Kata Kunci : Kematian neonatal dini, berat lahir, bayi berat lahir rendah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.