Laporkan Masalah

NELAYAN KAMPUNG LAUT : BERGESER DARI NELAYAN KE PETANI DAN NON PETANI ( Sebuah Studi Perubahan Sosial, Ekonomi dan Budaya Bertahan Hidup Akibat Perubahan Alam di Desa Ujung Gagak Segara Anakan Cilacap )

SUTANTO PRAJITNO, Bapak Prof. Dr Susetiawan S.U

2012 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Segara Anakan yang terletak pada sepanjang batas sebelah barat pesisir selatan Jawa tengah, adalah sebuah laguna yang dikelilingi oleh rawa mangrove dan dataran lumpur. Di laguna ini terdapat muara beberapa sungai besar dan kecil yang berhulu di wilayah Propinsi Jawa Barat ( Kabupaten Ciamais ) dan Jawa Tengah ( Kabupaten Cilacap ) Laguna ini berfungsi sebagai tempat pemijahan ( nursery ground ), daerah asuhan ( spawning ground ) dan tempat mencari makan ( feeding ground ) bagi berbgai jenis fauna darat maupun fauna air khususnya berbagai jenis ikan, udang dan kepiting. Fungsinya sebagai siklus hidup biota perairan membuat kedudukan Segara Anakan menjadi sangat penting bagi ketersediaan sumberdaya perairan baik didalam Laguna , di peraiaran pesisir bagian selatan Pulau Jawa, maupun di perairan samudra lepas laguna ( Samudra Indonesia, yang berdasarkan laporan akhir Benefit Monitoring and Evaluation ( BME ) 2001 pada awal tahun 1900- an luas laguna Segara anakan yaitu 6400 ha. Pada masa ini masyarakat Kampung Laut yang pada umumnya adalah Nelayan, dapat dikatakan tidak mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, karena keberadaan berbagai jenis ikan, udang dan kepiting masih sangat melipah. Namun kondisi itu saat ini sudah sangat jauh berbeda, karena ada perubahan alam yaitu terjadinya pendangkalan dan penyempitan laguna akibat besarnya laju sedimentasi yang bersumber dari endapan lumpur yang terbawa oleh sungai Citanduy yang ber- DAS ( Daerah Aliran Sungai ) luas sampai Jawa Barat, yang pada tahun 2002 menyusut tinggal sekitar 500 – 700 ha. Perubahan alam seperti itu berakibat langsung terhadap kehidupan masyarakat kampung Laut yang pada umumnya Nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil menangkap ikan di Segara Anakan yang telah dilakukan secara turun temurun. Dengan adanya kondisi seperti inilah maka penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana masarakat Kampung laut kususnya masyarakat Desa Ujung Gagak dapat bertahan hidup dalam situasi kerusakan sumberdaya alam laguna Segara Anakan. Dari uraian tersebut diatas tibul pertanyaan ; Bagaimanakah Nelayan Kampung Laut Desa Ujung Gagak bertahan hidup dengan melakukan pergeseran mata pencaharian ditengah – tengah kerusakan sumber daya alam Segara Anakan?. Dari pertanyaan besar tersebut dapat diurai sebagai berikut; 1) Bagaimanakah adaptasi terhadap lingkungan yang berubah agar mereka tetap bertahan hidup dan bagaimana dinamika perubahan pola kerja? 2) Bagaimanakah kerjasama secara kolektif fungsional untuk memecahkan persoalan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, penulis melakukan penelitan dengan metode sebagai berikut; 1) Jenis penelitian ; Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis strategi nelayan Kampung laut Desa ujung Gagak adalah deskriptif kualitatif, yaitu untuk menggambarkan fakta dan karakteristik masarakat Desa Ujung Gagak dengan data ix yang diperoleh baik secara lesan dari para responden maupun data tertulis dari dokemen yang ada. 2) Ruang lingkup penelitian ; Ruang lingkup penelitian adalah Desa Ujung Gagak Kecamatan Kampung Laut. 3) Tehnik pengumpulan Data; a. Penelitian Kepustakaan ( Library Research ) ; Penelitian Kepustakaan ini dalam rangka untuk mengumpulkan data sekunder baik melalui leteratur maupun melalui dokumen-dokumen yang ada. b. Penelitian lapangan ( Field Research ) ; Dalam penelitian lapangan ini, penulis melakukan pengamatan langsung dilapangan ( observasi ) dan melakukan wawancara secara mendalam ( In depth Interview ) kepada responden. Dari penelitian yang dilakukan seperti tersebut diatas, hasilnya menunjukkan bahwa terjadi pergaseran pola hidup dari sebagai Nelayan menjadi petani dan non petani dan terjadinya pergeseran bagi para istri yang tadinya hanya sebagai ibu rumah tangga yang hanya tinggal dirumah untuk mengasuh anak, sekarang ikut terjun ke berbagai bidang pekerjaan untuk mebantu suami mencukupi kebutuhan hidupnya, mereka juga mampu membangun kerjasama secara kolektif fungsional untuk memecahkan segala persoalan yang mereka hadapi, sehingga walaupun terjadi kerusakan lingkungan hidup Segara Anakan, masarakat Desa Ujung Gagak Kecamatan Kampung Laut tetap dapat bertahan hidup.

Segara Anakan which is located along the west edge of southern Central Java, is an area surrounded by mangrove swamp and mud. There are some small and big rivers in West java ( Ciamis district ) and Central Java ( Cilacap district ) which flow into this area. This area is functioned as nursery ground, spawning ground, and feeding ground for various kind of land and water fauna especially fishes, prawns, and crabs. It makes Segara Anakan very important for its water source, wheather in the area, in the southern of Central Java, or in Indonesia Ocean based on the report of benefit Monitoring & Evaluation ( BME ) 2001, in the early of 1990, the width of Segara Anakan area was 6400 ha. At the time Kampung Laut people who mostly worked as fishermen didnt have any difficulty in fulfilling their daily need because there were large amount of water fauna. But that condition has changed tody since the area had gotten shallower and narrower because of the flowing mud broeght by Citanduy river with the width reach West Java, in 2002 it got narrower until 500 – 700 ha. It affected to Kampung Laut people”s life who mostly worked as fishermen. The reason why this reserch was done is to know how Kampung Laut people especially Ujung Gagak village can keep their life although the natural resource was destroyed. It creates such question; How the fishermen of Kampung Laut Ujung Gagak Village can keep their life by changing their job although the natural recource of Segara Anakan was destroyed?. This question can be divided into two point ; 1. How did they adapt to the changed nature and how did their working pattern change? 2. How did they work collectively to solve problems? To answer those questions, the writer has done a research with such methods; 1. Kind of research; The analisis system is qualitative descriptive, used to describe facts and characters of Ujung Gagak people with the data that was gotten either oraly from respondents or from available documents. 2. Scope of research; The scope is Ujung Gagak village in Kampung Laut. 3. Methods of data collecting; a. Library Research; used for collecting secondary data from available documents. b. Field Research; the writer made observations and interview with respondents. The result of this research shows that some fishermen changes their job become farmers and non farmers, and also the women who formely housewives then they work to help their husbands for living. They are also able to make a collective teamwork to solve their problems. It shows that the people can keep living although the nature was destroyed.

Kata Kunci : nelayan – Kampung Laut – pergeseran – mata pencaharian.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.