Laporkan Masalah

ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA HANDAYANI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Arisandy Purba, AP., Ibu Nunuk Dwi Retnandari

2012 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini mengambil judul “Analisis Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul” PDAM sebagai sebuah Perusahaan Daerah diharapkan mampu mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Gunungkidul yang meliputi wilayah perkotaan maupun wilayah pedesaan secara adil dan merata. Pelayanan yang diberikan juga harus memenuhi standart kesehatan, sehingga dalam memberikan pelayanan harus melalui prosedur dan tahapan tahapan tertentu sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanaKinerja Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul, dan Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Kinerja PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul. Untuk mengukur kinerja pelayanan yang baik dapat dilihat melalui aspek Responsivitas, Responsibilitas, Akuntabilitas, Produktifitas, dan Kepuasan Pelanggan . Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif , merupakan suatu jenis penelitian yang bersifat eksploratif, artinya suatu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh ( holistic ) mengenai suatu fenomena atau suatu obyek penelitian. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui proses observasi dan wawancara terhadap informan atau sumber data, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi . Uji validitas data adalah dengan teknik trianggulasi data yaitu menguji data yang sejenis dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dilihat dari 5 ((lima) indikator pengukuran kinerja yang digunakan yaitu Responsivitas, Responsibilitas, Akuntabilitas, Produktifitas, dan Kepuasan Pelanggan Kinerja PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul sebagai sebuah organisasi pelayanan publik masih belum optimal . Dari aspek responsivitas dapat dikatakan sudah cukup baik,hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa upaya PDAM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan air bersih. Aspek responsibilitas dinilai masih kurang karena terdapat beberapa kelemahan dalam pelaksanaan tugas administrasi maupun pelayanan lainnya. Dari aspek akuntabilitas dapat dikatakan sudah baik , terbukti dengan tertibnya laporan internal dan ekternal dan prestasi penilaian wajar tanpa pengecualian untuk laporan tahunan dan laporan kinerja keuangan. Namun demikian penyimpangan-penyimpangan administrasi dan operasional hasus segera ditindaklanjuti. Ditinjau dari aspek produktifitas dapat dikatakan masih kurang karena masih terdapat inefisiensi produksi. Dari aspek kepuasan pelanggan, masih rendah dibuktikan dengan banyaknya pelanggan yang masih merasa belum puas berkaitan dengan pelayanan teknis, kualitas air dan kontinuitas air. PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul sebagai sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus mengalami kerugian. Kerugian ini disebabkan banyaknya penyusutan nilai asset yang dimiliki oleh PDAM. Sebagai BUMD seharusnya mampu memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) ,namun sampai saat ini PDAM belum mampu untuk memberikan kontribusi terhadap PAD, ini disebabkan karena PDAM masih terus merugi dan belum mendapatkan laba, sehingga PDAM perlu dikaji regulasi atau langkah yang harus ditempuh untuk mengurangi kerugian yang dialami PDAM sehingga PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul dapat menghasilkan laba dan tidak menambah beban keuangan daerah.

This study which titles \"Performance Analysis of Regional Water Company Tirta Handayani Gunungkidul\" PDAM as a regional company is expected to address the issue of clean water needs in Gunungkidul covering urban and rural areas in a fair and equitable manner. The services provided must also meet health standards, so that in providing services must go through certain procedures and stages according to predefined rules. The purpose of this study was to determine the working performance of Regional Water Company Services Tirta Handayani Gunungkidul, and the factors that influence the working performance of PDAM Tirta Handayani Gunungkidul. In order to measure the performance of a good service, it can be seen through the aspects of Responsiveness, Responsibility, Accountability, Productivity, and Customer Satisfaction. This research is a descriptive qualitative, and it means that the type of research is exploratory, which means a study that aims to get the whole picture (holistic) about a phenomenon or an object of research. The type of data consists of primary data and secondary data. The primary data obtained through observation and interviews of the informant or source data, while secondary data obtained from the documents relating to the research. The data collection technique is by observation, interview and documentation. The validity data test uses data triangulation technique which is able to test data from various sources. The results shows that when it is viewed from 5 (five) performance measurement indicators which used, that are Responsiveness, Responsibility, Accountability, Productivity, and Customer Satisfaction, the performance of PDAM Tirta Handayani Gunungkidul as a public service organizations are not optimal. From the aspect of responsiveness, it can be said that is quite good, as shown by the presence of multiple taps efforts to meet community needs for water services. The responsibility aspect is still low because there are some weaknesses in the implementation of administrative tasks as well as other services. From the aspect of accountability, it can be said to have been good, as evidenced by the regular reports from internal and external parts and achievement reports for the annual report and financial performance. However, deviations administrative and operational should be followed up soon. Judging from the aspect of productivity, it can be said that it still lacks because there are still production inefficiencies. From the aspect of customer satisfaction, evidenced by the low number of customers who are not satisfied with the technical service, water quality and continuity of water. PDAM Tirta Handayani Gunungkidul as a Regional-Owned Enterprises (enterprises) continues to suffer losses. This loss is due to the number of depreciation of assets owned by the taps. As enterprises should be able to contribute to revenue (PAD), but until now have not been able PDAM to contribute to PAD, is caused by PDAM still losing money and not making a profit, so it is necessary to study the regulation taps or steps should be taken to reducing the losses that PDAM PDAM Tirta Handayani Gunungkidul can generate profit and not increase the financial burden areas.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.