Laporkan Masalah

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH, KENAIKAN BERAT BADAN DAN PEROKOK PASIF PADA IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI KOTA YOGYAKARTA

Sri Astuti, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), PhD,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Salah satu tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs) adalah menurunkan angka kematian bayi menjadi 23/1000 pada tahun 2015. BBLR merupakan kontributor kematian bayi dan berisiko untuk mengalami berbagai komplikasi. Tren angka kematian bayi (AKB) di Kota Yogyakarta peningkatan dari 5,55/1000 kelahiran hidup (2008) menjadi 9,42/1000 kelahiran hidup (2012) demikian pula dengan kasus BBLR meningkat 39% di tahun 2012. Tujuan: Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh (IMT), kenaikan berat badan selama masa kehamilan dan perokok pasif pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Kota Yogyakarta tahun 2012. Metode: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain penelitian kasus kontrol. Faktor risiko yang diteliti adalah IMT ibu, kenaikan berat badan selama masa kehamilan (standar IOM 2009) dan paparan asap rokok selama kehamilan dengan kejadian BBLR. Kasus adalah ibu yang melahirkan bayi yang lahir dengan berat 2500 gr dan kontrol ibu yang melahirkan bayi dengan berat ≥2500 gr. Total sampel 282, dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1 . Analisis data menggunakan analisis univariabel, bivariabel dengan CI 95% untuk melihat Odds ratio dan multivariabel (logistic regression), stratifikasi dilakukan untuk mengetahui faktor potensial confounder.. Hasil : IMT bermakna dengan OR 1,97 (p<0,17), kenaikan berat badan OR 2,87 (p<0,0001) dan perokok pasif OR 2,08 (p<0,004). Hasil stratifikasi terhadap variabel potensial confounder KEK merupakan perancu bagi IMT. Analisis multivariabel membuktikan bahwa kenaikan berat badan (OR 3,03: 95% CI:1,71– 5,37) dan perokok pasif (OR 2,12; 95% CI:1,23–3,66) adalah faktor risiko dominan yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR.

Introduction: infant mortality is still a major health problem in Indonesia. Reduced infant mortality to 23/1000 live birth on 2015 is one goal of Millenium Development Goals (MDGs). Low birth weight is one contributor to Infant mortality. There was increased infant mortality in Yogyakarta city from 5,55/1000 live birth (2008) to 9,42/1000 live birth (2012) and low birth weight increased from 2.96% in 2008 to 4.8% in 2011. Objective: to identify association between body mass index, maternal weight gain and passive smoking with LBW in Yogyakarta City. Methods: study design was observational with case control study. Cases were mother who delivered baby <2,500 grams and control was mother who delivered baby ≥2,500 gram. IOM standard (2009) using for cut off point good BMI and gestational weight gain. Total samples 282 with ratio 1:1. Chi Square test and logistic regression to identify the association between independent factors and LBW with CI 95% and p<0,05 . Stratification analysis used to examine the potenssial confounder factors and modification effect. Result: pre pregnancy BMI significantly associated with LBW (OR=1,97; p<0,017), Gestational weight gain (OR=2,87 ; p<0,0001) and passive smoking (OR=2,08; p<0,004). Stratification shown that MUAC <23,5 cm was potential confounder for maternal BMI. Multivariate resulted gestational weight gain and passive smoking were dominant factors of LBW.

Kata Kunci : BBLR, IMT, kenaikan berat badan ibu,perokok pasif, Kota Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.