FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA DI RSUD PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI
Masyhuda, Prof. dr .Siti Nurdjanah, MKes, SpPD-KGEH
2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/ELLatar belakang: Dispepsia merupakan keluhan atau kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrum, mual, muntah, kembung, cepat kenyang , rasa perut penuh , sendawa. Keluhan ini diasumsikan oleh orang awam sebagai penyakit maag/lambung. Dispepsia 30% kasus ditemukan di praktek umum dan 60% pada praktek gastroenterologis. Rumah Sakit Umum Pandan Arang merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali dimana penyakit dispepsia menduduki peringkat kedua 10 penyakit terbanyak untuk rawat inap dengan jumlah kasus sebesar 577 kasus (16,0%) dan untuk rawat jalan menduduki peringkat ke kedua dengan jumlah kasus sebesar 161 kasus (13,6%). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia di RSUD Pandan Arang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Dilakukan di RSUD Pandan Arang . Subyek penelitian adalah semua pasien yang datang ke RSUD Pandan Arang. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan umur subyek yang terbanyak antara 40-59 tahun sebanyak 144 orang (63,7%), jenis kelamin perempuan (52,7%), jenis kelamin laki-laki (47,3% ) berdasarkan tingkat pendidikan kasus terbesar pada pendidikan SD (27,9%) dan SMA (23,9%),berdasarkan pekerjaan kasus terbesar pada tidak bekerja sebesar (42,9% ). Hasil analisis bivariat variabel kebiasaan merokok RP=8,7, konsumsi NSAID RP=13,6, konsumsi kopi RP=5,4, pekerjaan RP=2,3,pendidikan RP=1,7 . Hasil analisis multivariat didapatkan kebiasaan merokok dengan RP=3,924 dan nilai p=0,001 , konsumsi NSAID RP=5,215 dan nilai p=0,000 , konsumsi kopi RP=3,441 dan nilai p=0,001,pekerjaan RP=3,030 dan nilai p=0,003 Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia adalah Konsumsi NSAID, kebiasaan merokok ,konsumsi kopi,pekerjaan dan secara statistik bermakna.
Background : Dyspepsia is a complaint or collection of symptoms consist of pain or epigastrum discomfort, nausea, vomiting, bloating, early satiety, feeling full stomach, belching. These complaints are assumed as ulcer/stomach disease. As much as 30% of dyspepsia is founded in the general practices, and 60% in the gastroenterologist practices. Pandan Arang General Hospital is one of health service in Boyolali District. Dyspepsia was in the second place of 10 highest of hospitalization diseases with a number of cases of 577 cases (16.0%) and for outpatient care was in second ranked with number of cases were 161 cases (13.6%). Objective: Know factors releted to incidence of dyspepsia in Pandan Arang General Hospital Boyolali district. Methods: This was an observational study with cross sectional design. It was conducted in the Pandan Arang General Hospital. Subjects were all patients who came to the Pandan Arang General Hospital. Data analysis by using univariate, bivariate and multivariate. Results: Age group 40-59 was 144 persons (63,7%), female (52.7%), male (47.3%), education level was elementary (27.9%), unemployment (42.9%). The bivariate analysis resulted that smoking habits (RP = 8.7), NSAID consumption (RP = 13.6), coffee consumption (RP = 5.4), occupational status (RP = 2.3), education level (RP = 1.7). The multivariate analysis resulted that smoking habits (p = 0.001 RP = 3.924), NSAID consumption ( RP = 5.215,p=0,000), coffee consumption ( RP = 3.441,p=0,001), occupational status ( RP = 3.030.p=0,003). Conclusions: Factors related to the incidence of dyspepsia are NSAID consumption, smoking habit, coffee consumption,occupational status and statistically significant
Kata Kunci : Faktor-faktor yang berhubungan,Dispepsia.