Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEJADIAN KUSTA DI KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR

APRIZAL, Prof . Dr. dr. Hardyanto Soebono, SpKK (K),

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Kabupaten Lamongan merupakan daerah endemis kusta di Provinsi Jawa Timur dengan prevalence rate 2007 – 2011 > 1/10.000 penduduk. Sebagian besar penderita kusta tipe MB (71%). Di Kabupaten Lamongan distribusi keberadaan tempat tinggal penderita kusta dan pola sebaran belum diketahui secara pasti dan belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya. Tujuan : Untuk mengetahui pola sebaran penderita kusta dan faktor risiko kejadian kusta di Kabupaten Lamongan. Metode : Metode penelitian kasus kontrol. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengalami gejala klinis maupun laboratoris dan di diagnosa menderita kusta dan tercatat di register puskesmas. Sampel berjumlah 170 terdiri dari 85 kasus dan 85 kontrol. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik, besar risiko menggunakan Odds Ratio. Serta analisis spasial menggunakan Average Nearest Neighbor, Purely Spatial Bernoulli, Buffering dan Standar Deviational Ellipse. Hasil : Sebaran kejadian kusta yang mengelompok (clustered) di Kecamatan Brondong. Keberadaan kasus kusta sebagian besar menyebar di area < 3000 meter dari puskesmas, < 500 meter dari telaga terdapat di Desa Tlogo Retno dan Desa Sumber Agung, < 200 dari jalan dan > 200 meter dari sungai serta tinggal di area penduduk yang padat. Faktor-kator risiko yang berhubungan dengan kejadian kusta di Kabupaten Lamongan antara lain ; status ekonomi (pendapatan keluarga OR=4,3 dan P=0,001), vaksinasi BCG (OR=4,3 dan P=0,050), kepadatan hunian (OR=3,2 dan P=0,001), kondisi lantai rumah (OR=2,8 dan P=0,051) dan sumber air bersih (OR=2,1 dan P=0,033), riwayat kontak (OR=7,8 dan P=0,001), kebiasaan mandi menggunakan sabun mandi (OR=3,1 dan P=0,022) dan penggunaan alas kaki (OR=3,1 dan P=0,004). Sedangkan Faktor risiko yang dominan vaksinasi BCG (OR=8,1 dan P=0,025). Kesimpulan : Sebaran kejadian kusta yang mengelompok di Kecamatan Brondong. Keberadaan kasus kusta sebagian besar dekat dengan puskesmas, dekat dengan jalan dan tinggal di area penduduk yang padat. Faktor risiko yang paling dominan vaksinasi BCG.

Backgrounds: Lamongan District is a leprosy-endemic area in East Java Province. The prevalence rate at 2007–2011 is more than 1/10.000 population. The majority of leprosy patients is MB type (71%). The distribution of the residence patients and its pattern are not certain and never studied before. Objectives: To determine the distribution pattern of the patients and the risk factors of leprosy incidence in Lamongan District. Methods: The study was a case-control study. The subjects were the people who had clinical or laboratory symptoms, leprosy diagnosed and recorded in health center register. The samples were 170 people, consisted of 85 cases and 85 controls. The data were analysed using Chi-Square and Logistic Regression, the amount of the risk was calculated using Odds Ratio (OR) and the spatial analysis was processed using Neighbor Nearrest Avarage, Purely Spatial Bernoulli, Buffering dan Standard Deviational Ellipse. Results: The incidence of leprosy grouped (clustered) in Brondong District. The leprosy cases mostly spread in the < 3000 meters from the health center area, < 500 meters from the lake were Tlogo Retno and Sumber Agung villages, < 200 from the road and > 200 meters from the river and in densely populated areas. The risk-factors associated with the incidence of leprosy in Lamongan were the economic status or family income (OR=4.3 and P=0.001), BCG vaccination (OR=4.3 and P=0.050), residential density (OR=3.2 and P=0.001), floor conditions (OR=2.8 and P=0.051), source of water (OR=2.1 and P=0.033), contact history (OR=7.8 and P=0.001), bathing habit using soap (OR=3.1 and P=0.022) and using footwear (OR=3.1 and P=0.004). The dominant risk factor was BCG vaccination (OR=8,1 and P=0,025,). Conclusion: The incidence of leprosy clustered in Brondong District. The leprosy cases mostly spread close to the health center, close to the road, in the densely populated areas. The dominant risk factor was BCG vaccination.

Kata Kunci : Kusta, faktor risiko, kasus kontrol, sebaran kusta, Lamongan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.