FAKTOR RISIKO DAN DISTRIBUSI SPASIAL KEJADIAN MALARIA DI KOTA SINGKAWANG PROPINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2011
Agoes Yudi Purnomo, dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, MSc., PhD.
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Kota Singkawang merupakan salah satu daerah endemis malaria di Propinsi Kalimantan Barat. Pada tahun 2010 API 2,07‰, masih di atas target Indonesia Sehat 2010 <1‰. Letak geografis di antara 0°44'55.85\"LU dan 108°516'47.6\"-01°01'21.51\"BB. Mata pencaharian penduduknya antara lain petani karet dan pekerja tambang. Kebiasaan penduduk beraktivitas di luar rumah pada malam hari, mobilitas penduduk yang tinggi dan keberadaan air menggenang mungkin merupakan penyebab masih tingginya angka insidensi malaria. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan menganalisis faktor risiko dan distribusi spasial kejadian malaria di Kota Singkawang tahun 2011. Metode : jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan kasus kontrol. Kasus adalah penderita malaria positif di Kota Singkawang periode Januari sampai dengan Desember 2011 tercatat di register puskesmas dan rumah sakit. Kontrol adalah orang yang tidak sakit malaria berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis, tercatat di register puskesmas dan rumah sakit Kota Singkawang. Sampel berjumlah 282 orang terdiri dari 141 kasus dan 141 kontrol. Analisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik, α:5%. Hasil : berdasarkan analisis multivariabel diketahui bahwa pekerjaan (OR:8,4), riwayat bepergian ke daerah endemis (OR:3,8), penggunaan kelambu berinsektisida (OR:2,4), kebiasaan beraktivitas di luar rumah pada malam hari (OR:2,5) dan keberadaan air menggenang (OR:3,2) berhubungan dengan kejadian malaria. Berdasarkan analisis stratifikasi diketahui bahwa umur dan jenis kelamin merupakan faktor perancu. Kejadian malaria di Kota Singkawang adalah mengelompok. Most likely cluster berpusat pada koordinat (0.760010 N, 109.011808 E) p=0.018 dan secondary cluster berpusat pada koordinat (0.901083N, 108.985750 E) p=0.062. Kejadian malaria di Kota Singkawang banyak ditemukan pada radius ≤1000m di sekitar sungai. Kesimpulan : Pekerjaan, riwayat bepergian ke daerah endemis, kebiasaan beraktivitas di luar rumah pada malam hari, penggunaan kelambu berinsektisida dan keberadaan air menggenang adalah faktor risiko kejadian malaria di Kota Singkawang.
Background: Singkawang is one of the malaria-endemic areas in West Kalimantan Province. At 2010 API 2.07‰, still above the Healthy Indonesia 2010 targets <1‰. Geographical location 0°44'55.85\"N, and 108°516'47.6\"- 01°01'21.51\"E. People's livelihoods include rubber farmers and miners, residents have a habit of activity outside the home at night, high population mobility, and water stagnant may be the cause of the high malaria incidence. Research purpose are spatial distribution and risk factors analyzing malaria incidence in Singkawang 2011. Methods: The study is an observational with case-control design. Subjects were malaria positive at Singkawang period January to December 2011 was recorded in register health centers and hospitals. Control is negative microscopic examination results are recorded in register health centers and hospitals. 282 total study sample consisted of 141 cases and 141 controls. Analyses were performed by chi square test and logistic regression with 5% significance level. Results: based on the results of multivariable analysis is known that work (OR:8.4), history of travel to endemic areas (OR:3.8), use of insecticide-treated nets (OR:2.4), habit of activity outside the home at night (OR:2.5), and presence of stagnant water (OR:3.2) associated with malaria incidence. Based on the analysis of stratification is known that age and gender are confounding factors. Distribution of malaria incidence at Singkawang are clustered. Most Likely cluster centered at coordinates (0.760010 N, 109.011808 E) p=0018, and the secondary cluster centered at coordinates (0.901083N, 108.985750 E) p=0062. Malaria incidence at Singkawang buffering in a radius 1000 meters around the river. Conclusion: Work, history of travel to endemic areas, habit of activity outside the home at night, use of insecticide-treated nets and the presence of stagnant water is risk factor for malaria incidence.
Kata Kunci : faktor risiko, distribusi spasial, malaria, Singkawang