KAJIAN SPASIAL KERUSAKAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI TELUK JAKARTA
BAYU PRAYUDHA, S.SI, Prof. Dr. Totok Gunawan, M.S.,
2013 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan LingkunganSeluas 58% terumbu karang di dunia dan lebih dari 80% di kawasan Asia Tenggara terancam oleh berbagai macam aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang mengancam terumbu karang mencakup kegiatan pembangunan di kawasan kepesisiran, polusi akibat aktivitas di laut, penangkapan ikan yang merusak, serta sedimentasi dan polusi yang bersumber dari daratan. Terumbu karang di Teluk Jakarta sebagai gerbang masuk Ibukota Negara juga terancam oleh berbagai aktivitas manusia tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pengelolaan lingkungan yang baik untuk menjaga dan melestarikannya. Analisis keruangan (spasial) dapat menyajikan gambaran wilayah secara menyeluruh (holistik), sehingga mampu digunakan dalam upaya pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prototipe basisdata spasial, mengetahui tingkat ancaman aktivitas manusia terhadap terumbu karang serta kerusakannya, dan menentukan strategi pengelolaan lingkungan di Teluk Jakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan ekologi keruangan (spatial ecology) dengan pemodelan Sistem Informasi Geografi (SIG). Model “reef at risk†yang dikembangkan oleh World Resources Institute dengan modifikasi digunakan untuk menilai tingkat ancaman kerusakan terumbu karang. Strategi pengelolaan lingkungan terumbu karang di Teluk Jakarta ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat ancaman aktivitas manusia, kondisi terumbu karang, kesesuaian perairan untuk terumbu karang, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hasil dari penelitian yaitu: 1) Prototipe basisdata spasial lingkungan terumbu karang di Teluk Jakarta skala 1:50.000, 2) Tingkat ancaman kerusakan terumbu karang akibat aktivitas manusia di wilayah penelitian termasuk kedalam kategori â€menengah†dan â€tinggi†dengan persentase luasan terumbu karang pada masing-masing kelas sebesar 33,07% dan 66,93%, 3) Analisis kerusakan terumbu karang dengan mempertimbangkan kondisi terumbu karang dan ancaman aktivitas manusia, menghasilkan dua tingkatan resiko kerusakan pada wilayah penelitian, yaitu kelas â€resiko sedang†dan â€resiko tinggiâ€. Persentase luasan terumbu karang pada masingmasing kelas tersebut yaitu 60,69% dan 39,31%, 4) Berdasarkan analisis spasial, maka wilayah penelitian dapat dibagi menjadi tiga wilayah pengelolaan yang menitikberatkan pada upaya penyadaran masyarakat, peningkatan pengawasan, pemulihan, pemanfaatan, dan pengendalian.
Covering an area of 58% of coral reefs in the world and more than 80% in Southeast Asia has threatened by various human activities. Human activities that threaten the coral reefs include coastal development, marine pollution, destructive fishing, and inland pollution/sedimentation. Coral reefs in Jakarta Bay as the gateway to the State Capital are threatened also by such human activities. Therefore, there should be good environmental management efforts to maintain and preserve it. Spatial analysis can provide a picture of the region as a whole (holistic), so it can be used in the environmental management efforts. This research aims to develop spatial databases prototype, determine the level of human activity threats on coral reefs as well as the damage, and determine the strategy of environmental management in Jakarta Bay. The method used in this study is the spatial ecological approach with Geographic Information System (GIS) modeling. “Reef at Risk†model that developed by World Resources Institute with some modifications used to assess the levels of threat to coral reefs. Environmental management strategies of coral reefs in Jakarta Bay determined by considering the levels of human activities threat, the condition/health of coral reefs, waters suitability for coral reefs, as well as socio-economic conditions of society. The results of this study are: 1) Prototype of the spatial database of coral reefs environment in Jakarta Bay, 2) The threat levels of human activities to coral reef in the Jakarta Bay has “medium†and “high†category. The percentage area of coral reefs in each category are 33.07% and 66.93%, 3) The analysis of coral reefs damage by considering the condition of coral reefs and threats from human activities, produced two risk classes of coral reefs damage in Jakarta Bay, the classes are “medium risk†and “high riskâ€. The percentage area of coral reefs in each classes are 60.69% and 39.31%, 4) Based on spatial analysis, the study area can be divided into three management areas that focused on efforts to public awareness, improved surveillance, recovery, utilization, and restraint.
Kata Kunci : terumbu karang, ancaman, kerusakan, spasial, SIG, Teluk Jakarta