LAPORAN EMERGY: STUDI KASUS PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jatiningrum, Prof. Dr. Indra Bastian
2012 | Tesis | S2 Ilmu AkuntansiPenelitian ini merupakan upaya penyusunan neraca dan laporan surplus-defisit emergy serta penyajian hasil analisis indeks emergy untuk mengakomodasi semua sumber daya alam yang menghasilkan energi yang dimiliki dan dikuasai Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rentang waktu tahun 2006-2010 sebagai dasar kebijakan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang menghasilkan energi serta dampaknya terhadap lingkungan dan sistem secara keseluruhan. Pengembangan lebih lanjut dari metoda analisis yang disajikan dalam laporan ini akan memungkinkan para pembuat kebijakan dalam hal ini Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk pertama kalinya menguji secara lengkap dan sepadan antara data akuntansi secara ekonomi dan lingkungan sebelum membuat keputusan terkait kebijakan mengenai sumber daya alam, energi, dan lingkungan. Laporan keuangan sektor publik yang ada selama ini di Indonesia, tidak pernah mencantumkan sumber daya alam sebagai sumber energi padahal sumber daya alam merupakan kekayaan yang patut diperhitungkan. Neraca yang dihasilkan oleh Pemerintah hanya berkutat pada aset yang yang dimiliki negara dan tidak pernah berbicara mengenai sumber daya alam dan energi yang dikuasai Pemerintah. Neraca seharusnya memasukkan sumber daya alam sebagai sumber energi, agar neraca benar-benar bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Emergy adalah sebuah pernyataan dari seluruh energi yang digunakan dalam proses pekerjaan untuk menghasilkan produk atau jasa dalam unit suatu tipe energi. Emergy menggunakan dasar thermodynamic dari semua bentuk energi, sumber daya dan jasa manusia, dan mengubahnya menjadi setara dari satu bentuk energi. Satuan emergy adalah solar emjoule, unit yang merujuk pada energi yang tersedia dari satu jenis yang dikonsumsi dalam transformasi. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini melingkupi objek-objek sumber daya alam yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, bahan bakar untuk industri, bahan galian golongan C, sumber air, air untuk konsumsi, sinar matahari, angin, hujan, serta kelembaban dan tekanan udara. Data yang diambil berupa informasi terkait jumlah hasil produksi pada masing-masing objek beserta jumlah hasil produksi yang menjadi konsumsi penduduk pada kisaran tahun 2006- 2010. Ada 2 tahapan dalam siklus akuntansi emergy, yakni: (1) pembuatan Leftright Energy Systems Diagram, dan (2) pembuatan tabel arus emergy, neraca dan laporan surplus-defisit emergy. Untuk memperkuat siklus akuntansi emergy dilakukanlah analisa neraca dan laporan surplus-defisit emergy dilakukan dengan perhitungan indeks emergy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penyertaan emergy yang tersedia dari sumber daya alam dalam neraca emergy dan laporan surplus-defisit emergy, membuat Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengetahui informasi mengenai peningkatan atau penurunan total arus emergy yang dihasilkan dan digunakan pada setiap tahunnya. Dengan melakukan perhitungan energi dari sumber daya alam (emergy) dan menyertakan emergy dalam laporan keuangan pemerintah, berarti Pemerintah mengakui keberadaan sumber daya alam dalam kegiatan serta pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayahnya. Terlihat dari indeks emergy, meskipun tingkat perekonomian di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2009 cukup baik, namun pertumbuhan ekonominya masih didominasi pemanfaatan sumber daya non terbarukan yang hampir 70% dari total emergy yang tersedia. Mengingat hal inilah, seyogyanya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terus berupaya meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan energi dari sumber daya alam secara lebih efisien dan efektif, karena ke depannya dipastikan masih akan ada lonjakan penggunaan emergy seiring pertumbuhan penduduk yang diikuti pertumbuhan ekonomi
This study is an effort to preparing the emergy balance sheet and the emergy surplus-deficit report and also presenting the results of emergy indices analysis to accommodate all the natural resources that produce energy that is owned and controlled by the Provincial Government of Provinsi Daerah IstimewaYogyakarta in the period 2006-2010, as a basis for policy in utilization of natural resource that produce energy and its impact on the environment and the system as a whole. Further development of the analysis method presented in this report will enable policy-makers in this case the Provincial Government of Provinsi Daerah IstimewaYogyakarta for the first time examine complete and worth between economic and environmental accounting data before making a decision regarding the policy on natural resources, energy, and the environment. The financial statements of a public sector that is so far in Indonesia, never include natural resources as a source of energy but a wealth of natural resources to be reckoned with. The balance sheet produced by the Government only to dwell on the assets of the country and never talk about natural resources and energy are controlled by the Government. The balance sheet should include natural resources as a source of energy, so that The balance sheet can actually be used as a basis for decision making. Emergy is a statement of all energy used in the process of the work to produce products or services within a unit of energy type. Emergy using thermodynamic basis of all forms of energy, resource and human services, and turn it into the equivalent of one form of energy. Unit of emergy is solar emjoule, unit refers to the available energy of one kind that is consumed in the transformation. Secondary data used in this study covers the objects of natural resources in Provinsi Daerah IstimewaYogyakarta, such as agriculture, plantation, forestry, animal husbandry, fishery, fuels for industrial, minerals group C, water resources, water for consumption, sunlight, wind, rain, and air humidity and pressure. Data taken in the form of relevant information on the total amount of output of each object and the amount of production that the consumption of the population in the range of 2006-2010. There are two steps in the emergy accounting cycle, namely: (1) making Left-right Energy Systems Diagram, and (2) making of the emergy flow table, the emergy balance sheet and the emergy surplus-deficit report. To strengthen the emergy accounting cycle, important to analysis of the emergy balance sheet and the emergy surplus-deficit report with emergy index calculation. The results of this study suggest that the inclusion of available emergy from natural resources in the balance sheet and statement emergy surplus-deficit emergy, making Provincial Government of Yogyakarta will find information about the increase or decrease in total emergy flow is generated and used in each year. By calculating the energy of natural resources (emergy) and include emergy of the financial statements in government, means the Government recognizes the existence of natural resources in the activities and economic growth in their area. Seen from emergy indices, although the level of the economy in Provinsi Daerah IstimewaYogyakarta in 2009 was pretty good, but economic growth is still dominated by the use of non-renewable resource that almost 70% of the total available emergy. In light of this, the Provincial Government of Provinsi Daerah IstimewaYogyakar should continue to improve the management and utilization of energy of natural resources, more efficiently and effectively, because in the future there will certainly still emergy usage spikes that followed the population growth as economic growth.
Kata Kunci : Emergy, Neraca dan Laporan Surplus-Defisit Emergy, Indeks Emergy, Sumber Daya Alam