PENGARUH KESEIMBANGAN KERJA HIDUP PADA KOMITMEN ORGANISASIONAL DENGAN PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL SEBAGAI PEMODERASI
Elfitra Azliyanti, Dr. T Hani Handoko, M.BA
2012 | Tesis | S2 ManajemenKeseimbangan kerja hidup merupakan kondisi saat seseorang dapat memenuhi kebutuhan dan mencapai keseimbangan baik pada pekerjannya maupun pada kehidupannya di luar pekerjaan, seperti kehidupan di rumah, kehidupan sosial bersama rekan-rekan di luar pekerjaannya, kesehatan, waktu luang dan semangat karyawan itu sendiri. Karyawan yang mampu menyeimbangkan antara bidang kehidupannya pada pekerjaan maupun di luar pekerjaan, maka keinginannya untuk tetap tinggal di organisasi menjadi meningkat. Komitmen organisasional sering dikaitkan dengan persepsi karyawan terhadap kepemimpinan transformasional. Persepsi karyawan terhadap kepemimpinan yang transformasional akan semakin membuat keinginan karyawan untuk tetap tinggal di organisasi menjadi meningkat. Persepsi kepemimpinan transformasional akan memperkuat pengaruh keseimbangan kerja hidup pada komitmen organisasional karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keseimbangan kerja hidup pada komitmen organisasional karyawan dengan persepsi terhadap kepemimpinan transformasional sebagai pemoderasi. Survey dilakukan terhadap 200 perawat Rumah Sakit di Jogjakarta. Kuesioner yang terkumpul sebanyak 175 kuesioner, namun hanya 165 kuesioner yang dapat diolah. Analisis data menggunakan moderated regression analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan kerja hidup berpengaruh negatif signifikan pada komitmen afektif dan normatif karyawan, tetapi tidak berpengaruh pada komitmen kontinuans karyawan. Persepsi terhadap kepemimpinan transformasional bukan merupakan pemoderasi hubungan keseimbangan kerja hidup pada komitmen organisasional karyawan.
Work life balance is a condition when a person meet the needs and achieve better balance in their life at work and outside of work, such as home life, social life with colleagues outside of work, health, leisure and morale of employees themselves. Employees are able to balance between areas of their lives at work and outside work, the desire to remain in the organization to be increased. Organizational commitment often associated with employee perceptions of transformational leadership. Employee perceptions of transformational leadership will increasingly make the employee wishes to remain in the organization to be increased. Perceptions of transformational leadership will strengthen the influence of work life balance in the organizational commitment of employees. This study aims to examine the effect of the balance of life on the organizational commitment of employees to the perception of transformational leadership as moderator. The survey was conducted on 200 nurses Hospital in Jogjakarta. Total of 175 questionnaires that were collected questionnaires, only 165 questionnaires that can be processed. Data analysis using moderated regression analysis. The results showed that the balance of life significantly negative effect on affective and normative commitment to employees, but had no effect on employee continuance commitment. Perceptions of transformational leadership is not a moderator effect of work life balance relations on organizational commitment of employees.
Kata Kunci : keseimbangan kerja hidup, komitmen afektif, komitmen kontinuans, komitmen normatif, persepsi terhadap kepemimpinan transformasional dan moderasi.