ARENA PRODUKSI KULTURAL DAN KEKERASAN SIMBOLIK ANALISIS TERHADAP NOVEL BANÂT AL-RIYÂDH PERSPEKTIF SOSIOLOGI PIERRE BOURDIEU
syahril, Dr. Aprinus Salam, M.Hum
2012 | Tesis | S2 SastraTesis ini membicarakan dua hal, yakni arena produksi kultural dan kekerasan simbolik pada novel Banât al-Riyâdh (BR). Alasan pemilihan novel BR, karena novel tersebut mengangkat beragam masalah perempuan Saudi Arabia, yaitu perempuan bergulat dengan tuntutan yang bertentangan dari tradisi dan modernitas, dan itu menunjukkan mereka menantang konvensi ketat sosial kerajaan dan etika seksual. Novel BR merupakan suatu proses pertarungan kultural yang penting untuk dikaji dan juga berimplikasi terhadap kekerasan simbolik. Di sini, peneliti menganalisis masalah tersebut dengan menggunakan perspektif Pierre Bourdieu. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pertarungan modernitas melawan tradisional hingga melahirkan novel BR tersebut. Dengan berpijak pada dua alat konseptual yang digunakan oleh Pierre Bourdieu; habitus dan arena yang ditopang oleh konsep tentang kekuatan simbolik, strategi dan perjuangan untuk mencapai kekuasaan simbolik dan material melalui beragam kapital yaitu ekonomi, budaya dan simbolik. Bagi Bourdieu, seluruh tindakan manusia terjadi dalam ranah sosial – yang merupakan arena bagi perjuangan sumber daya. Individu, institusi, dan agen lainnya mencoba untuk membedakan dirinya dari yang lain dan mendapatkan modal yang berguna atau berharga di arena tersebut. Dalam masyarakat modern, terdapat dua sistem hierarkisasi yang berbeda. Pertama sistem ekonomi, di mana posisi dan kuasa ditentukan oleh uang dan harta–modal yang dimiliki seseorang. Sistem kedua adalah budaya atau simbolik. Dalam sistem ini, status seseorang ditentukan oleh seberapa banyak ‗modal simbolik‘ atau modal budaya yang ia miliki. Budaya juga merupakan sumber dominasi, di mana para intelektual memegang peranan kunci sebagai spesialis produksi budaya dan pencipta kuasa simbolik. Sementara itu hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan simbolik, peneliti melihat bahwa novel BR memperlihatkan kekerasan simbolik dalam beberapa bentuk; kekerasan simbolik negara terhadap masyarakat, kekerasan simbolik patriarki (laki-laki terhadap perempuan) dan kekerasan simbolik keluarga terhadap anak.
This thesis deals with two things, the arena of cultural production and symbolic violence in a novel titled Banât al-Riyâdh (BR). The novel is chosen because it exposes various women‘s problems in Saudi Arabia such as their struggle and demand for modernity which are considered as against tradition, strict social convention and sexual ethics in the kingdom. The novel, which represents a cultural battle, deserves to be examined since it exerts a tremendous effect on symbolic violence. The writer analyzes it by applying Pierre Bourdieu‘s perspective. The research is aimed at looking at the tension between modernity and tradition which eventually led to the creation of the novel. It is based on two concepts proposed by Pierre Bourdieu, habitus and arena, which are bolstered by concepts of symbolic power, strategy, and struggle for achieving the symbolic and material power through economic, cultural, and symbolic capitals. For Bourdieu, all human acts occur in the social sphere that suggests an arena of resources struggle. Individuals, institutions, and other agents attempt to distinguish themselves from the other with the intention of obtaining useful and valuable capitals in the arena There are two different systems of hierarchy in a modern society. First, economic system. It asserts that money and property are instrumental in swaying one‘s power and position. Second, cultural or symbolic system. In the system, one‘s status rests on to what extent cultural or symbolic capitals he or she has. The culture turns into a source of power in that intellectuals play momentous role in producing the culture and creating the symbolic power. Concerning symbolic power, the writer thinks that the novel shows the symbolic violence in numerous forms, like state, patriarchy, and family violence.
Kata Kunci : Pierre Bourdieu, arena produksi kultural, dan kekerasan simbolik