Laporkan Masalah

ANALISA PENERAPAN APLIKASI PELAPORAN KEPEGAWAIAN BERBASIS WEB PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN CILACAP

RINA MEDIASWATI, Dr. Ely Susanto, MBA.

2012 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penyediaan data yang akurat mutlak diperlukan dalam manajemen kepegawaian. BKD Kabupaten Cilacap, dalam hal ini sebagai dinas pengelola kepegawaian menggunakan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) yang dalam pelaksanaannya berjalan kurang optimal. Sehingga Bidang Informasi dan Pelayanan Kepegawaian menginisiasi adanya Aplikasi Pelaporan Kepegawaian Berbasis web yang merupakan sistem informasi yang diinstalasi dalam website www.bkd.cilacapkab.go.id dan digunakan untuk entry data pegawai dengan tujuan pemutakhiran data. APK berbasis web ini diadakan untuk sinkronisasi data kepegawaian dengan SIMPEG. Namun aplikasi tersebut juga berjalan kurang optimal. Masih banyak data-data kepegawaian yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di masing-masing SKPD. Sehingga fokus penelitian yang dilakukan adalah mengkaji bagaimanakah penerapan APK berbasis web digunakan dalam rangka pengembangan sistem administrasi manajemen kepegawaian. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah mencari tahu dukungan serta kendala yang ada dalam pelaksanaan APK berbasis web serta menganalisa penerimaan APK dari sisi pengguna (SDM). Penelitian ini menggunakan mixed method research dengan dua pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dengan indepth interview dan pendekatan kuantitatif dengan survey. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mendukung adalah adanya pemikiran serta komitmen pimpinan dalam menyajikan data kepegawaian yang optimal ditandai dengan adanya dua aplikasi kepegawaian dalam sistem manajemen data serta anggaran yang cukup memadai. Kendala yang terjadi ada pada ketersediaan infrastruktur teknologi. Dimana belum semua SKPD memiliki sarana dan prasarana yang sama dan memadai. Internet Service Provider yang dipakai, topografi wilayah, browser dan jangkauan sinyal turut mempengaruhi akses internet. Terlebih kedua sistem informasi yang ada yaitu SIMPEG dan APK, belum memiliki converter atau pengubah sistem manajemen database kepegawaian yang menyebabkan sinkronisasi data berjalan kurang optimal. Dari ketersediaan SDM, diketahui bahwa penerimaan pengguna APK berbasis web memiliki perilaku, minat dan persepsi yang baik. Dengan pengukuran rerata variabel tertinggi yaitu Performance Expectancy sebesar 4,29 dan terendah yaitu variabel Image sebesar 3,32. Sedangkan kendala SDM adalah masih banyaknya pengguna yang mempunyai tugas rangkap dengan beban kerja (work load) yang cukup banyak serta pengguna di SKPD yang memiliki banyak pegawai, kesulitan untuk mengupdate data secara tepat, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja pemutakhiran data.

The provision of reliable data is absolutely needed in personnel management. BKD of Cilacap Regency, in this case as a personnel management agency used SIMPEG (Staffing Information Systems) which in practice runs less than optimal. Thus, the Unit of Information and Personnel Service (Bidang Informasi dan Pelayanan Kepegawaian ) initiated the web-based Staffing Reporting Application which is installed in www.bkd.cilacapkab.go.id website and used for staffing data entry for the purpose of updating the data. APK was held to web-based data synchronization with SIMPEG staffing. However, the application also runs less than optimal. Many data do not match the reality in each SKPD. So the focus of this research is to assess how the application of web-based APK used in the development of the administrative system of personnel management. While the purpose of this study was to find out the supports and constraints in the implementation of web-based APK and also to analyze APK acceptance from the user side (Human resource Management). The study used a mixed method research by using two approaches. Those were a qualitative approach by indepth interview and a quantitative approach by survey. The results showed that the supporting factor is leader thought and commitment in presenting personnel data optimally. It is characterized by two applications of personnel in data management systems and adequate budget. The barrier that exists is the deficiency of technology infrastructure. Wherein not all of SKPD have the same sufficient infrastructure. Internet Service Provider, area topographic, browser, and signal coverage influence on internet access. Moreover, both of available information systems (SIMPEG and APK) do not have converter yet and the converter of personnel database management system that caused data syncronizastion was not optimal yet. Considering the availabiled human resource, it is known that the user’s acceptance of web based APK has good behavior, interest and perception. It is shown by the highest mean (4,29) of Performance Expectancy and the lowest mean of Image (3,32), whereas the obstacle in human resource is many users have multiple tasks with many work load and the user in SKPD whose have many staffs, meet difficultness to up date the data on time, thus this would influence the performance of data updating.

Kata Kunci : Sistem informasi, SDM, Technology Acceptance Model, BKD.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.