ANALISIS EFISIENSI DAN KESEHATAN BPR DI JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN DEA DAN CAMEL
Teguh Kurniawan, S.E., Drs. Dumairy, M.A.,
2012 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanDi tengah pertumbuhan kinerja dan peranan BPR yang semakin besar, salah satu tantangan yang dihadapi oleh BPR saat ini adalah tingkat persaingan yang sangat tinggi. BPR yang memiliki tingkat efisiensi yang tinggi diharapkan akan mampu memberikan layanan perbankan dan tingkat bunga yang relatif bersaing dengan bank umum dan lembaga keuangan non bank lainnya yang mempunyai segmen pasar relatif sama. Dalam penelitian yang berjudul â€Analisis Efisiensi dan Kesehatan BPR di Jawa Tengah dengan Pendekatan DEA dan CAMELâ€, ini akan mengukur dan menganalisis tingkat efisiensi BPR yang berada di wilayah Jawa Tengah dengan mengelompokkan BPR menurut wilayah kabupaten/kota, badan usaha, dan menganalisis penyebab ketidakefisienan BPR baik melalui pendekatan DEA maupun CAMEL. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan DEA, sebagian besar BPR di wilayah Jawa Tengah masih mengalami inefisiensi. Ketidakefisienan BPR tersebut sebagian besar disebabkan oleh variabel input (Price of Funds, Price of Labor, Price of credit Risk dan Price of Service). Ketidakefisienan price of service menjadi penyebab utama diikui price of funds, price of labor dan price of credit risk. Selain itu, BPR yang berbadan hukum perusahaan daerah (dimiliki pemerintah daerah) relatif lebih efisien dibandingkan dengan yang berbadan hukum perusahaan terbatas. Sebagian besar BPR hasil merger mengalami penurunan nilai efisiensi. Kabupaten Purworejo memiliki rasio efisiensi 100, paling tinggi dibandingkan dengan kabupaten atau kota lainnya, sedangkan Kabupaten Sukoharjo memiliki tingkat rasio efisiensi yang paling rendah. BPR berbadan hukum perusahaan terbatas yang memiliki nilai efisiensi relatif lebih konsisten dalam mempertahankan nilai efisiensinya dibandingkan dengan BPR yang berbadan hukum perusahaan daerah. BPR yang memiliki nilai efisiensi menurut pendekatan DEA, juga memiliki nilai efisiensi menurut pendekatan CAMEL.
In the middle of growth BPR (rural bank) which work and functional is larger than before, one of challenge that will be face by BPR this time is rate of competition which higher than before. BPR have a high efficiency that hopes will able to give banking service and rate of interest which competing relatively with current bank and other financial institution of non bank where also have market segment same as it. In the observation with subject “Analysis of efficiency and BPR Rating at Central Java with DEA and CAMEL’s approach†, this is will measuring and analyzing BPR’s effiency rate where allocated in Central Java area with grouping BPR as regency/city, organization, and analyzing which causing non efficiency of BPR both from DEA and CAMEL’s approach. Based to calculating used DEA, mostly BPR at Central Java get inefficiency still occurred. That BPR’s efficiency mostly caused by input variable (Price of Fund, Price of Labor, Price of Credit Risk, Price of Service). Unefficiency price of service being a main caused and then followed by price of fund, price of labor, and price of credit risk. Beside of that, BPR is one of region institution with law basic (region government’s mine) is more relative efficient than other limited institution with law basic. Mostly result of BPR’s merger get a decrease of efficiency value. Purworejo’s regency have an efficiency ratio as 100, highest than other regency or city, meanwhile Sukoharjo’s regency have an efficiency rate ratio. BPR is one of limited institution with law basic have a relative efficiency rate that more consistent in maintaining their efficiency value than BPR with region institution with law basic. BPR have an efficiency value based on DEA’s approach, also have an efficient value as CAMEL’s approach.
Kata Kunci : Data Envelopment Analysis, CAMEL, BPR