Laporkan Masalah

EVALUASI PENGELOLAAN INVESTASI DAERAH (PENYERTAAN MODAL) PEMERINTAH DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2008-2010

Indri Widyanika, Bapak Prof. Dr.Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.,

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan investasi daerah (penyertaan modal) Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat pada PT. Bank Kalimantan Barat, PT. Asuransi Bangun Askrida, Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan PDAM Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2008-2010. Sampel dipilih dengan menggunakan purposive sampling dan diperoleh 22 orang responden dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Barat yang terdiri dari pejabat eselon I hingga eselon IV. Dipilihnya para pejabat dilingkungan BPKAD Provinsi Kalimantan Barat karena merupakan instansi daerah yang mengelola investasi daerah (penyertaan modal). Penelitian ini dilakukan dengan melihat Rasio Return On Equity (ROE) dari perusahaan yang menerima penyertaan modal dari Pemda Prov. Kalbar, Data Envelopment Analysis (DEA) dengan mengunakan bantuan software komputer DEAWIN, serta Analisis SWOT. Hasil perhitungan dari Rasio ROE menunjukkan hanya penyertaan modal pada PT. Bank Kalbar dan PT. Asuransi Bangun Askrida yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba perusahaan dan memberikan bagian laba/keuntungan pada Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat, sedangkan Perusda Aneka Usaha serta PDAM Provinsi Kalimantan Barat belum memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba/keuntungan. Hasil analisa dengan menggunakan DEA menunjukkan bahwa hanya satu perusahaan yang memiliki efisiensi 100 persen, sedangkan tiga perusahaan lainnya masih mengalami inefisiensi dalam mengelola modal yang disertakan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa penyertaan modal pada Pemda Prov. Kalbar dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal dan internal, dan strategi yang dipilih untuk pelaksanaan investasi daerah yang lebih baik yaitu Strategi jangka pendek berupa perluasan jenis investasi daerah; peningkatan kualitas SDM; revisi Peraturan Daerah (PERDA) tentang pelaksanaan investasi daerah (penyertaan modal); memperdalam pemahaman eksekutif dan legislatif tentang investasi daerah serta strategi jangka panjang berupa: memilih jenis investasi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, mengadakan uji kelayakan untuk bagi pengelola perusahaan daerah; membentuk tim pengawas internal pengelolaan investasi daerah; menutup perusahaan daerah yang merugi.

This research was conducted in evaluating the application of local investment (capital inclusion) of local government in Kalimantan Barat province in PT. Bank Kalimantan Barat, PT. Asuransi Bangun Askrida, Perusahaan Daerah Aneka Usaha and PDAM in year 2008 – 2010. The samples were chosen by using purposive sampling. 22 respondents from Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) in Kalimantan Barat province were obtained. They consisted of officials from echelon 1 to echelon 4. The samples were selected as the local institution they work in is the institution which manages the local investment (capital inclusion). The research was administered by looking Ratio Return on Equity (ROE) from companies that received capital inclusion from local government in Kalimantan Barat province, Data Envelopment Analysis (DEA) by using DEAWIN computer software and SWOT analysis. The result of ROE ratio calculation showed that only capital inclusion in PT. Bank Kalbar and PT. Asuransi Bangun Askrida that were able to gain profit for the companies and shared the profit to local government while Perusahaan Daerah Aneka Usaha and PDAM in Kalimantan Barat province were not able to acquire the profit. The result of the analysis by using DEA showed that only one company which possessed 100% efficiency while the other three were still experiencing inefficiency in managing the capital that were included. Meanwhile, SWOT analysis exposed that capital inclusion in local government of Kalimantan Barat province was influenced by external and internal factors, and chosen strategies in better implementation of local investment, which are short term strategies regarding expansion of types of local investment; human resource quality improvement; revision of local regulations in relation to the application of local investment (capital inclusion); deepening the executive and legislative comprehension about local investments and long term strategies such as selecting types of investment that support the improvement of society’s prosperities, holding advisability test for those who manage local companies; forming team of internal supervisors with respect to local investment management; and closing local companies that suffer from loss.

Kata Kunci : Penyertaan modal, ROE, DEA, Analisis SWOT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.