Laporkan Masalah

Negotiating Pakistani-American Muslim Women’s Identity amidst the Macro Challenges of 9/11 as Portrayed in Shaila Abdullah’s Saffron Dreams

DINI AMALIA, Prof. Ratno Lukito, M.A, Ph.

2012 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Tragedi 9/11 menandai episode terburuk dalam sejarah Amerika.Kejadian ini meninggalkan luka yang mendalam bagi segenap publik Amerika. Dalam hal ini, tekanan bagi muslim perempuan menjadi lebih berat, berkaitan dengan anggapan bahwa perempuan dalam islam seringkali menjadi pihak yang tertindas dan juga stigma tentang isu teroris. Tesis ini membahas tentang identitas muslim perempuan Pakistan yang dipersoalkan publik Amerika pasca 9/11. Penelitian ini dilakukan dalam ruang lingkup kajian Amerika dengan mengaplikasikan pendekatan interdisipliner.Penelitian ini juga menggunakan teori anthropologi, sosiologi,dan psikologi di samping pendekatan sastra. Penelitian yang bersifat kepustakaan digunakan karena seluruh datayang dianalisa adalah data tertulis. Yang menjadi data primer dalam penelitianini adalah novel Shaila Abdullah berjudul Saffron Dreams, sementara buku, jurnal, danbahan-bahan tertulis lainnya termasuk yang diambil dari internet dipergunakansebagai data sekunder. Data kemudian dianalisis melalui analisis kritis dan penafsiran kritis dan disajikan dengan cara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah serangan 11 September, muncul beberapa tantangan bagi Muslim perempuan Pakistan sehubungan dengan pelakuan negatif dan positif dari masyarakat Amerika. Merekamengalami perlakuan negatifseperti kebencian dan prasangka berkaitan dengan identitas yang disimbolkan dengan hijab.Pada saat yang sama, mereka juga menemukan simpati dari sebagian masyarakat di Amerika. Sebagai upaya untuk mengatasi hal tersebut, mereka dihadapkan pada sebuah keputusan untuk memaknai kembali identitas mereka. Hal ini terlihat dari pergeseran konsep pemaknaan identitas sebagai Muslim perempuan dan perubahan penampilan fisik yang mengarah pada pembentukan identitas baru yang hybrid sebagai Muslim perempuan Pakistan di Amerika pasca serangan 9/11.

The tragedy of 9/11 has marked theworst episode in American history.The incident left such miserable pain in the deepest heart of American Publics. In this case, the misery embeds to Muslim women ismore deteriorated since they are no longer merely adjusted with notion of second sex as being oppressed in Islamic community, but also with the terrorism issue. This issue is explored in this thesiswhich further discusses Pakistani Muslim woman while dealing with scrutinized identity in post 9/11 American publics. This is an American Studies research applying an interdisciplinary approach. The research study uses anthropology, sociological, and psychological theories along with a literary approach. Since all the data used in this research are written text, library research methodology is applied. Books, journals, and many written materials, including internet-based materials, are treated as secondary data, while the novel of Shaila Abdullah‟s Saffron Dreamsis considered as the primary one. The data are analyzed through critical analysis and critical interpretation and presented in the descriptive manner. The research findings show that after September Eleventh attack, there are some challenges led by negative and positive attitudes of American publics toward Pakistani Muslim women. Negatively, Publics easily subjected stereotypes, hatred, and prejudices toward these Muslim women‟s identity regarding their hijab. At the same time, they also encounter sympathy from some Americans. As the way to cope with it, they deal with a dilemmatic decision to negotiate their identity. It illuminates the alteration of mind-conception dealing with point of view as being Muslim woman in America. Its process delivers an attitude to alter the physical appearance that further leads to build her hybrid identity as Pakistani Muslim woman in post 9/11 America.

Kata Kunci : 9/11, Challenge, Identity, Pakistani-American Muslim Women


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.