METAFUNGSI DALAM KHOTBAH JUMAT DI MASJID CHUSAIN DAN AL-AZHA>R, KAIRO MESIR: Analisis Fungsional
Triyanti Nurul Hidayati, Prof. DR. Syamsul Hadi, S.U., M.A.,
2012 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan Agama/Kajian Timur TengahKhotbah Jumat merupakan komunikasi searah yang digunakan khathi>b untuk menyampaikan maksudnya kepada jamaah sholat jumat dan disampaikan sebelum pelaksanaan shalat Jumat. Khotbah Jumat mempunyai tujuan membangun kehidupan masyarakat madani, yakni suasana kehidupan masyarakat yang diliputi oleh nuansa iman dan takwa. Berkaitan dengan tujuan tersebut, khotbah Jumat dapat dipandang sebagai bahasa yang sedang melaksanakan fungsinya ’language in use’, yang diasumsikan memiliki tiga fungsi (metafungsi), yakni: metafungsi ideasional, metafungsi interpersonal, dan metafungsi tekstual. Hubungan ketiga metafungsi tersebut dengan khotbah Jumat sebagai berikut: Pertama, Metafungsi ideasional atau makna pengalaman, yang merupakan intisari tuturan khotbah Jumat. Tanpa memahami makna ideasional yang dituturkan khathi>b dalam khotbah Jumat, maka pesan atau wasiat tidak akan sampai kepada jamaah. Kedua, interaksi sosial antara khathi>b dengan jamaah sangat berpengaruh dalam pencapaian tujuan khotbah Jumat. Karena ketidakharmonisan hubungan antara khathi>b dan jamaah, akan menyebabkan kegaduhan saat khotbah berlangsung serta perhatian jamaah tidak kepada khathi>b yang sedang berkhotbah. Ketiga, berkaitan dengan metafungsi tekstual, yaitu bagaimana gagasan atau ide tersebut dituangkan dalam teks yang sistematis dan logis. Pada penelitian ini akan dikaji tentang pengembangan metafungsi idesional dan metafungsi tekstual dalam versi Arab pada khotbah Jumat berbahasa Arab oleh penutur asli Mesir, yakni Syeikh Muhammad Abdul Maqsud, pada tanggal 12 Agustus 2011 di masjid Chusain dan Syeikh Shalahuddin Muhammad Nashar, pada tanggal 19 Agustus 2011 di masjid al-Azha>r, Kairo Mesir. Adapun datanya adalah tuturan-tuturan khathi>b yang membentuk metafungsi ideasional dan metafungsi tekstual dalam tuturan khotbah Jumat. Hasil dari analisis menunjukkan, khathi>b menggunakan ayat al-Quran, hadis Nabi SAW dan perkataan para ulama serta sahabat untuk mendukung ide maupun gagasan yang di sampaikan khathi>b dalam khotbahnya. Hal ini terdapat dalam penjabaran makna ideasional khotbah Jumat. Untuk makna tekstual, ditemukan urutan khotbah yakni, pembukaan, isi dan penutup. Selain itu, dalam penyampaian khotbah Jumat, khathi>b banyak menggunakan klausa terikat/ jumlah murakkabah serta didominasi oleh klausa nomina/ jumlah ismiyah dalam khotbahnya. Antara satu klausa dengan klausa yang lain terdapat kohesi dan koherensi yang membentuk suatu gagasan atau ide yang teratur, sehingga pesan atau wasiat yang di sampaikan dalam khotbah Jumat di masjid Chusain dan masjid al-Azha>r tertata rapi dan dapat dicerna dengan baik oleh jamaah khotbah Jumat.
Friday speech is a direct communication used by the priest to deliver his words to those who are praying friday prayer and it is delivered before the prayer. The aim of this speech is to build the life of civil society, as the life which is conditioned by iman and taqwa. Dealing with the aim, friday speech could be seen as a language to do its function as 'language in use', which is assumed has thee functions (multi functions), namely: ideational function, interpersonal function, and textual function. The link between those three functions with friday speech are: first, ideational function or experience which is the main content of the speech. Without understanding the meaning of ideational by the priest, people would not get the message. Secondly, the social Interaction between priest and people is important to get the will of the speech. A non-harmonic relationship between them would disturb the speech and people would not pay attention to speaker. Thirdly, it is about the textual function, how thie idea is sentenced with a systematic text and logic text. This reseach is to know the development of ideational function and textual function in Arab version in the friday speech with Arab language by a native speaker from Egypt, Syeikh Muhammad Abdul Maqsud, on 12th August, 2011 in the Chusain and Syeikh Shalahuddin Muhammad Nashar, on 19th August 2011 in al-Azha>r mosque, Cairo, Egypt. The data of this research are from the speech of the priest which form ideational function and textual function in Friday speech naratic. The result show that the priest use words from Al-Quran, hadits from Muhammad the messenger and the words from ulama as well as from our messenger's companions to build the ideas and knowledge to deliver the speech. This is found in the ideational meaning from the friday speech. From the textual meaning, it is found the agend of the speech, began with opening, content, and close. Apart from that, in delivering the speech, the priest use many clauses and also there are more nomina clause in the speech. There are cohesion and correlation between one clause and another clause which form a systematic idea and knowledge. Therefore, the message could be delivered well by the priest.
Kata Kunci : khotbah Jumat, metafungsi ideasional, metafungsi tekstual.