Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN FISIK TERHADAP TRANSMISI MALARIA PADA PENDUDUK DAERAH ENDEMIS RENDAH DAN SEDANG DI INDONESIA

Soraya, Prof. dr. Supargiyono, DTM&H, SU., PhD., SpParK.,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Latar Belakang. Malaria tersebar dihampir seluruh Provinsi di Indonesia dengan tingkatan endemisitas dan transmisi yang bervariasi. Transmisi malaria berkaitan erat dengan faktor epidemiologis yaitu parasit malaria (Plasmodium), host (manusia) dan vektor malaria (nyamuk Anopheles betina). Selain itu, transmisi malaria juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik yaitu suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, kecepatan angin, dan ketinggian tempat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan fisik (suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, kecepatan angin, dan ketinggian tempat) terhadap transmisi malaria di daerah endemis rendah dan sedang di Indonesia. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Transmisi malaria akan diukur melalui pemeriksaan mikroskopik dan serologi terhadap sampel darah penduduk dari daerah endemis rendah (Kabupaten Purworejo) dan daerah endemis sedang (Kabupaten Lampung Selatan). Sampel darah penduduk diambil pada Januari-November 2010 di kabupaten Purworejo dan November 2010-September 2011 di kabupaten Lampung Selatan. Pengukuran antibodi dilakukan dengan metode indirect ELISA menggunakan protein rekombinan MSP-1 dan AMA-1 P. falciparum sebagai antigen penangkap. Sampel dinyatakan seropositif jika memiliki rata-rata Optical Density (OD) diatas cut off OD sebesar 0,19 untuk MSP-1 dan 0,14 untuk AMA-1. Data lingkungan fisik diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotabumi Lampung dan BMKG Jawa Tengah. Data ketinggian tempat diperoleh dari tim Malaria Transmission Consortium (MTC) Indonesia. Hubungan antara slide positif malaria dengan faktor iklim dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hubungan antara seropositif malaria dengan ketinggian tempat dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Sedangkan hubungan antara titer antibodi dengan ketinggian tempat dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi sederhana. Hasil. Faktor iklim tidak berpengaruh terhadap transmisi malaria di kabupaten Purworejo dan kabupaten Lampung Selatan. Ketinggian tempat berpengaruh terhadap transmisi malaria di kabupaten Purworejo (OR= 1,001) sedangkan di kabupaten Lampung Selatan, ketinggian tempat tidak mempengaruhi transmisi malaria pada tingkat kemaknaan p kurang dari 0,05 (p<0,05). Kesimpulan. Ketinggian tempat berpengaruh terhadap transmisi malaria di kabupaten Purworejo. Faktor lingkungan fisik tidak berpengaruh terhadap transmisi malaria di kabupaten Lampung Selatan.

Background: Malaria distributed almost in all provinces in Indonesia with various endemicity levels and transmission. Malaria transmission is related to the epidemiological factors such as malaria parasite (Plasmodium), host (human) and malaria vector (female Anopheles mosquito). Malaria transmission is also influenced by physical environmental factors such as air temperature, humidity, rainfall, wind speed, and altitude. The study was performed to determining the correlation between physical environmental factors (air temperature, air humidity, rainfall, wind speed, and altitude) to the malaria transmission in low and middle endemic area in Indonesia. Methods: This was observational analytic study by cross sectional design. Malaria transmission were evaluated through microscopic and serologic examination to the blood sample of the population in the low endemic area (Purworejo) and moderate endemic area (South Lampung). Blood sample of the population were collected in January-November 2010 in Purworejo and in November 2010-September 2011 in South Lampung. Antibody measurement was performed by ELISA indirect method using recombinant P. falciparum MSP-1 and AMA-1 antigen. The sample considered malaria positive if the Optical Density (OD) above the cut off of OD at 0.19 for MSP-1 and 0.14 for AMA-1. Data on physical environment was obtained from Badan Meteorology dan geofisika (BMKG/ Meteorology and Geophysics Board) of Kotabumi, Lampung and of Central Java BMKG. Altitude data of each sample were obtained from the Indonesian Malaria Transmission Consortium (MTC) team. Correlation between malaria positive slides with climate factors was analyzed used logistic regression test. Whereas the correlation between titer antibody with the location altitude was analyzed using Pearson correlation and simple regression. Results: The climate factors had no correlation to the malaria transmission in Purworejo and South Lampung. However is correlated to the malaria transmission in Purworejo (OR= 1.00) whereas in South Lampung, the altitude had no correlation to the malaria transmission in significance level p< 0.05. Conclusion: The altitude had no correlation to malaria transmission in Purworejo. Physical environmental factors had no correlation to the malaria transmission in South Lampung.

Kata Kunci : Transmisi malaria, mikroskopik, serologi, P. falciparum, faktor lingkungan fisik.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.