PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP PRODUKSI SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA YOGYAKARTA
wipti eka prahadipta, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A.
2012 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganSampah rumah tangga menjadi ancaman lingkungan yang akan dihadapi oleh Kota Yogyakarta di masa depan karena habisnya umur operasi TPAS Piyungan yang disertai dengan petumbuhan penduduk dan ekonomi yang sedang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat produksi sampah rumah tangga harian, mengestimasi pengaruh kondisi sosial-ekonomi masyarakat terhadap produksi sampah rumah tangga dan merumuskan pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Yogyakarta. Metode survei menggunakan wawancara dilakukan selama 30 hari terhadap 102 responden di lima RW. Wawancara mendalam digunakan untuk mengetahui komponen biaya dan harga jual dari aktivitas daur ulang dan jual-beli sampah yang telah terjadi. Penelitian ini membagi sampah menjadi sembilan kategori umum dan 33 kategori khusus, berdasarkan jenis material dan nilai ekonomi. Produksi sampah rumah tangga Kota Yogyakarta adalah 1,09 kg/hari/rumah tangga (organik: 76,7% , non organik: 23,3%). Sampah yang dihasilkan oleh keluarga inti dan keluarga besar ternyata berbeda secara statistik. Berdasarkan aktivitas daur ulang dan jual-beli sampah informal yang telah terjadi, sampah rumah tangga memiliki nilai ekonomi yang positif. Jumlah anggota rumah tangga dan total pendapatan rumah tangga ternyata berpengaruh kuat secara statistik terhadap produksi sampah rumah tangga. Sebuah model pengelolaan sampah rumah tangga Kota Yogyakarta kemudian dapat disusun yang dapat bekerja efektif hanya jika dapat mengintegrasikan beberapa pihak yang berkepentingan dalam manajemen sampah perkotaan. Pihak-pihak tersebut yaitu: akademisi, LSM, komunitas masyarakat, pelaku jual-beli informal sampah, dan pemerintah.
Household waste will be an environment threat faced by Yogyakarta City in the future because the Piyungan disposal site will be closed for operation, meanwhile population and economy condition is going on. The study was undertaken to know a daily household waste generation, to estimate relation waste generation to socioeconomic condition and to design a household waste management of Yogyakarta City. A survey method using an interview was conducted during 30 days to 102 respondents in five RW. In-depth interview was conducted to calculate cost and market price of recycling activities and the waste transaction. This research divided household waste into nine general categories and 33 specific category, in terms of kind of material and economic value. The generation of household waste in Yogyakarta City was 1,09 kg /day/ household (organic: 76,7 %, non-organic: 23.3 %). There is a statistically different between the nuclear family’s waste and the extended family’s waste. Based on recycling activities and informal waste transaction activities, an economic value of household waste was positive. The household waste generation was significantly affected by number of household member and total household income. The household waste management model of Yogyakarta city could then be drawn up working effectively if only it could build an integration among stakeholders. These parties were: academics, NGOs, the community, the informal waste seller, and the government.
Kata Kunci : sampah rumah tangga, kondisi sosial-ekonomi, nilai ekonomi, pengelolaan sampah