PENGARUH NEGARA DAN AGAMA TERHADAP TRANSFORMASI PERTANIAN DAN KOSMOLOGI PETANI DATARAN TINGGI DI DESA KURIPAN KABUPATEN WONOSOBO
NAJMU TSAQIB AKHDA, Prof. Dr. ir. Edhi Martono, M.Sc
2012 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaPertanian tidak terlepas dari aktifitas petani dalam mengolah lahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan agama dan pertanian dataran tinggi di Kuripan serta mengetahui pengaruh agama dan negara terhadap perkembangan pertanian dan kosmologi petani. Penelitian dilaksanakan di desa Kuripan, sebuah desa yang terletak di lereng gunung Sindoro kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara etnografis, pengamatan terlibat dan pengumpulan data dari sumbersumber tertulis. Sementara penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik snow ball. Setelah itu data dianalisis secara sistematis dan mendalam. Hasil yang diperoleh adalah bahwasanya pengaruh agama dan kebijakan negara telah menyebabkan perubahan praktik pertanian dan kosmologi petani. Perkembangan pertanian dataran tinggi di Kuripan dari masa sebelum penjajahan sampai sekarang dan Islam yang bercorak Nahdlatul Ulama, telah mempengaruhi kosmologi petani terhadap praktek pertanian yang mereka lakukan. Perubahan pertanian yang ada, meliputi penggunaan teknologi dan sistem pertanian baru serta penanaman tanaman sayuran. Petani lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi pertanian dengan bantuan sarana dan prasarana yang semakin maju. Sementara Nahdlatul Ulama melalui pesantren dan badan otonomnya, telah memberikan pemahaman baru dalam melaksanakan ritual slametan pertanian.
Agriculture cannot be separated from farmer activities in cultivating the land as well as in social life. This study aims at describing the development of religion and plateau farming in Kuripan and explaining explaining the influence of the religion and the state on the development of agriculture and farmers cosmology. The experiment was conducted in Kuripan, a village located on the slopes of mount Sindoro, Garung, the district of Wonosobo. The data was collected using ethnographic interviews, participant observation and written source data collection. The informants were selected using snowball technique. Afterwards, the data were analyzed systematically and in-depth. The result shows that the influence of religion and state policies have led to changes in agricultural practices and farmer cosmology. Agricultural development of Kuripan plateau, that is previously pre-colonial and currently Nahdlatul Ulama (NU), has influenced farmer cosmology toward agricultural practices they do. The agricultural changes include the use of new technologies and farming systems as well as vegetable crop planting. Farmers are motivated to increase agricultural production because of the coming of more advanced facilities and infrastructure. Moreover, NU, through its schools and autonomous agency, has provided new insights in performing slametan agricultural rituals.
Kata Kunci : petani, pertanian, agama, negara