Penggunaan Citra Multitemporal Untuk Kajian Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat
ROMI ZULKIFLI, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A.
2012 | Tesis | S2 Penginderaan JauhPeradaban dan tuntutan kebutuhan manusia yang semakin meningkat menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan non permukiman menjadi lahan permukiman baik di perkotaan maupun perdesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) menguji ketelitian citra Ikonos pankromatik tahun 2000 dan citra Quickbird tahun 2010 dalam memberikan informasi penggunaan lahan tahun 2000 dan penggunaan lahan tahun 2010 di Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede Kabupaten Bogor; 2) mengkaji perubahan penggunaan lahan tahun 2000 dan penggunaan lahan permukiman tahun 2010 di Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede Kabupaten Bogor; 3) mengkaji faktor– faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan non permukiman tahun 2000 menjadi penggunaan lahan permukiman tahun 2010 di Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede Kabupaten Bogor Penelitian ini menggunakan data primer citra Ikonos tahun 2000 dan citra QuickBird tahun 2010 dengan menggunakan interpretasi visual dan digitasi pada layar komputer. Metode analisis untuk mengkaji perubahan penggunaan lahan menggunakan analisis tabulasi silang dan analisis tumpang-susun peta. Faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan non permukiman tahun 2000 menjadi penggunaan lahan permukiman tahun 2010 menggunakan Regresi Logistik Biner. Hasil penelitian ini adalah: 1) Tingkat uji ketelitian interpretasi penggunaan lahan 2000 mencapai 86,84 % dan tahun 2010 mencapai 88 %. 2) Penggunaan lahan non permukiman tahun 2000 berkurang dari 4.453,55 hektar atau 60,69 % menjadi 3.641,52 hektar or 49,62 % pada tahun 2010 dan penggunaan lahan permukiman pada tahun 2000 telah bertambah dari 2.884,79 hektar atau 39, 31 % menjadi 3.696,81 hektar atau 50,38 % pada tahun 2010; 3) Perubahan penggunaan lahan non permukiman tahun 2000 menjadi penggunaan lahan permukiman tahun 2010 disebabkan oleh beberapa faktor, dimana jarak pusat perdagangan merupakan faktor yang memiliki kontribusi paling dominan dalam perubahan penggunaan lahan.
Human civilization and the increasing of needs lead to the conversion of non settlement land use to settlement land use in urban and rural areas. The aims of this research are: 1) to test the accuracy of Ikonos panchromatic imagery in 2000 and Quickbird imagery in 2010 to provide information of land use in 2000 and land use in 2010 of Cibinong and Bojong Gede Sub-District, Bogor District; 2) to assess changes in land use in 2000 and settlement land use in 2010 in Cibinong and Bojong Gede Bogor regency, 3) to examine the factors that influence changes in non-settlement land use in 2000 to settlement land use in 2010 in Cibinong and Bojong Gede Sub- District, Bogor District. This study uses primary data of Ikonos imagery in 2000 and in 2010 QuickBird imagery using visual interpretation and digitization on the computer screen. Analytical methods to assess in land use change using cross-tabulation and overlay analysis. Factors affecting the change of non-settlement land use in 2000 to settlement land use in 2010 using Binary Logistic Regression. The results of this research are: 1) test of the accuracy of land use interpretation from Ikonos imagery in 2000 reached 86.84% and QuickBird imagery in 2010 reached 88%. 2) non settlements land use in 2000 has reduced from 4.453,55 hectares or 60,69 % to 3.641,52 hectares or 49,62 % in 2010, and settlement land use in 2000 has increased from 2.884,79 hectares or 39, 31 % to 3.696,81 hectares or 50,38 % in 2010; 3) Changes in non-settlement land use change in 2000 to settlement land use in 2010 due to several factors, where the trade center distance is a factor that has the most dominant contributed in land-use change.
Kata Kunci : Uji Ketelitian, Perubahan Penggunaan Lahan