FORMASI PENGETAHUAN KETUHANAN UMAT BUDDHA THERAVÄ€DA PURWODADI
wawan daryoko, Dr. Jotidhammo Mahathera
2012 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaPerbincangan tentang Ketuhanan tidak akan pernah habis untuk dibahas dan akan selalu menjadi hal yang menarik untuk didiskusikan. Ketuhanan dalam Buddhisme TheravÄda menjadi salah satu hal yang menarik untuk dibahas karena Buddhisme TheravÄda mempunyai konsep Ketuhanan yang berbeda dengan agama lain. Maka dari itu, penelitian ini mengkaji pandangan teks Buddhisme TheravÄda dan pemahaman umat Buddha terhadap Ketuhanan. Penelitian kualitatif ini terfokus pada teks Buddhisme TheravÄda dan respon umat Buddha terhadap Ketuhanan. Peneliti mengkaji teks Buddhisme TheravÄda untuk mengetahui respon formatif Buddhisme terhadap Ketuhanan. Penelitian lapangan dilakukan di Desa Purwodadi. Pengumpulan data untuk mengetahui respon umat Buddha dalam memahami Ketuhanan, peneliti melakukan partisipasi observasi dan indepth interview. Socio culture merupakan pendekatan untuk melihat respon umat Buddha terhadap Ketuhanan. Teori Geertz tentang Moods and motivations menjadi acuan dalam menganalisis data untuk mengetahui respon kognitif umat Buddha terhadap Ketuhanan. Kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut: NibbÄna merupakan konsep Ketuhanan Buddhisme TheravÄda. Buddhisme TheravÄda tidak memiliki konsep “personal God†dan tidak memandang Tuhan sebagai anthropomorphisme dan anthropopathisme. Dalam paradigma teks Buddhisme, Tuhan adalah sesuatu Yang Mutlak. Dalam Buddhisme TheravÄda, hanya disisakan sedikit ruang untuk ritual. Meskipun demikian, umat Buddha Purwodadi memiliki respon dan pemahaman baru terhadap Ketuhanan. Umat Buddha memahami ritual sebagai bagian dari upaya untuk mencapai NibbÄna, dan toleransi dalam menerima budaya setempat (Jawa). Umat Buddha tetap mempertahankan tradisi dan budaya Jawa karena banyak nilai-nilai Buddhisme yang terdapat dalam tradisi ini.
Divinity in TheravÄda Buddhism is an interesting matter to discuss, because TheravÄda Buddhism has a different concept from others about Divinity. Therefore, this research studies on the text point of view of TheravÄda Buddhism and Buddhist understanding toward Divinity. This qualitative research is focused on the texts of TheravÄda Buddhism and Buddhist responses to Divinity. I explore the texts of TheravÄda Buddhism to know responses formative Buddhism toward Divinity. Field research was conducted in Purwodadi village. I conducted participant observation and in-depth interview to collect data to the Buddhist response to the concept of Divinity. Geertz’s theory of Moods and motivation serve as the reference in analyzing the data to determine the Buddhist cognitive response to Divinity. The conclusion of this research is as follow. NibbÄna is the concept of Divinity in TheravÄda Buddhism. TheravÄda Buddhism has no concept of “Personal God†and does not view God as anthropomorphism and anthropopathism. In the paradigm of Buddhist text, Buddhism views Divinity as the “Ultimate Reality or the Absoluteâ€. Rituals only have a little room in TheravÄda Buddhism. Nevertheless, Buddhists in Purwodadi have responses and new understanding toward Divinity. Buddhists understand rituals as a part of their effort to attain NibbÄna and tolerant in accepting local culture (Java). Buddhists still maintain tradition and Javanese culture, because there are many Buddhist values remains in these traditions.
Kata Kunci : Buddhisme TheravÄda, Ketuhanan, NibbÄna, Respon Buddhis, Ritual.