Laporkan Masalah

REKONSILIASI NILAI ASET TETAP (TANAH DAN BANGUNAN) PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus Rekonsiliasi Nilai Aset Tetap Tanah dan Bangunan Kantor Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2012)

Jacobus Makin, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A.,

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonsiliasi nilai aset tetap khususnya tanah dan bangunan Kantor Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur, agar nilai aset sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, serta mengestimasi nilai wajar aset tetap tersebut untuk tujuan laporan keuangan tahun 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yaitu hasil survei kondisi aset tetap, harga transaksi jual-beli tanah periode bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2012 dan harga material bangunan bulan Juli tahun 2012. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data nilai aset tetap tanah dan bangunan sesuai laporan keuangan Kantor Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2011, gambar hasil pelaksanaan pembangunan gedung kantor dan sertifikat tanah. Metodologi penelitian untuk estimasi nilai tanah menggunakan metoda statistik dengan alat analisis regresi linier berganda, variabel tidak bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai jual tanah sedangkan variabel bebasnya meliputi bentuk tanah, lebar jalan, jarak terhadap pusat pemerintahan, luas tanah dan tanggal transaksi. Untuk mengestimasi nilai bangunan Kantor Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2012 dengan menggunakan metoda depreciated repleaceament cost (DRC) atau biaya pengganti terdepresiasi. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa, nilai wajar aset tetap berupa tanah senilai Rp622.229.000,- sedangkan nilai bangunan gedung Kantor Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk periode penilaian bulan Juli tahun 2012 senilai Rp1.559.049.800,- Nilai aset tetap tanah dan bangunan gedung terevaluasi jika dibandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan keuangan maka, aset tetap tanah mengalami overvalued sebesar Rp937.771.000,- sedangkan untuk bangunan gedung mengalami undervalued sebesar Rp482.602.800,-. Faktor yang berpengaruh positif dan secara statistik signifikan terhadap nilai tanah adalah faktor jarak terhadap pusat pemerintahan, lebar jalan dan tanggal transaksi, sedangkan faktor yang berpengaruh negatif adalah luas tanah dan bentuk tanah.

This research aims to reconcile the value of fixed assets especially land and buildings Inspectorate Office East Nusa Tenggara Province, to the value of the asset in accordance with the actual conditions, as well as estimating the fair value of fixed assets for financial reporting purposes in 2012. The data used in this study include primary data survey the condition of fixed assets, the price of land transactions in the period January to May in 2012 and the price of building materials in July 2012. Secondary data used in this research is the data value of fixed assets of land and buildings according to the office of financial statements Inspectorate East Nusa Tenggara Province in 2011, the results of the implementation of the construction drawing office building and land. The research methodology for estimating the value of land using a statistical method by means of multiple linear regression analysis, the dependent variable used in this study is selling the land while the independent variables include land, wide roads, the distance to the center of government, land area and date of the transaction. To estimate the value of the office building inspectorate East Nusa Tenggara Province in 2012 using a method depreciated repleaceament cost (DRC). Based on the analysis it was found that the fair value of fixed assets such as land worth Rp622.229.000,- while the value of the office building inspectorate East Nusa Tenggara Province for the period of July of the year 2012 appraisal valued Rp1.559.049.800,- value of fixed assets of land and buildings evaluated when compared to the value recorded in the financial statements fixed assets amounted Rp937.771.000,- overvalued land, while for buildings having undervalued by Rp482.602.800,-. Factors that have a positive and statistically significan against land is the distance to the center of government, road width and the transaction date, while negatively influencing factor is the area of land and land forms.

Kata Kunci : rekonsiliasi, aset tetap, depreciated replaceament cost, ordinary least square, undervalued dan overvalued


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.