PENAMAAN SEBAGAI IDENTITAS MUSLIM Studi Atas Komunitas Muslim Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat
Siti Maemunah, Dr. Fatimah Husein
2012 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaTesis ini bertujuan untuk melihat fenomena penamaan anak di komunitas Muslim Salman. Isu mengenai nama sangat berkaitan dengan isu identitas. Identitas sebagai Muslim pada masyarakat Sunda yang aktif di Salman sangat berkaitan dengan konsep Islam kaffah sehingga pola penamaan anak pada komunitas ini menjadi unik. Penelitian ini menjadi penting sebagai kajian Islam kontemporer yang berkembang di wilayah Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengamatan yang dilakukan secara partisipan agar mendaparkan gambaran secara menyeluruh mengenai kegiatan yang ada di komunitas Salman dilakukan dari bulan Desember 2011 hingga Maret 2012. Wawancara digunakan juga sebagai instrumen penting dalam mengambil data. Wawancara yang dilakukan kepada sepuluh keluarga Muslim Sunda yang aktif di Salman untuk mengetahui bagaimana mereka memaknai penamaan anak, latar belakang pemilihan nama untuk anak mereka dan identitas apa yang ingin dibangun dari praktik penamaan tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan ada beberapa pola penamaan anak di komunitas Salman, yaitu: pola nama anak yang kental dengan aspek Arab (Arabisasi), pola nama campuran dari nama Arab, nama Barat, nama Asia dan nama lokal (nama Sunda). Namun secara garis besar penamaan anak di komunitas ini, kental dengan nuansa Arab, hal ini terbukti dari fenomena penamaan anak yang walau pun menggunakan nama dari bahasa lain nama dari bahasa Arab akan dimasukkan dalam nama anak mereka. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemahaman akan konsep Islam kaffah dalam kelompok Revivalis di Indonesia tidak bersipat monolitik. Identitas yang ingin dibangun dari penamaan ini adalah identitas sebagai Muslim yang kaffah. Hal ini tercermin dari pilihan orangtua untuk meninggalkan ritual tradisional dalam penamaan anak, bagi komunitas Salman ini adalah implementasi dari konsep amar ma’ruf nahi munkar. Ciri yang unik pada penamaan anak di komunitas Salman, tidak bisa terlihat secara literal namun dari sisi makna dan tujuan yang dimiliki orangtua saat memberi nama pada anak mereka.
The aim of this thesis is for seeing naming practice phenomenon at Salman Muslim community. Issues about name relate with identities issue. It stresses at identity as Muslim at Sundanese who are Salman members connected with Islamic kaffah concept. So, that naming patterns at this community become unique. This research becomes important as study of contemporary Islam at Sunda. This thesis used Qualitative method. I did participant observation as tool for getting whole description about Salman activities from December 2011 until March 2012. Interviewed ten families who active at Salman community for knowing how they understand naming practice, influential background, and background of choosing name for their children and what kind of identity from which that naming practice constructed. From this research I found some patterns of naming practice at Salman community, such as: Arabic pattern, combining between Arabic names and other name patterns. And the last is local or Sundanese pattern. Generally, naming practices at this community are using Arabic pattern, because even though parents choose other name they still put Arabic names to their children names. Variations of naming pattern at Salman community show us that understandings of Islamic kaffah concept at Revivalist community in Indonesia are not monolithic. Constructed of identity from this naming practice is identity as kaffah Muslim. This idea cause parent leave traditional ritual at naming practice and this is the implementation of amar ma’ruf nahi munkar concept. Uniqueness of naming practice at Salman could not be seen literally but from meaning and goal of that naming practice.
Kata Kunci : Salman, Identitas, Arabisasi, Kaffah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar