PERAN ORGANISASI MASSA DALAM RANGKA MEMBANGUN KETAHANAN WILAYAH (Studi di Ormas FPI di Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat)
Wibowo, Prof. Dr. Edhi Martono, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalBulan ramadhan merupakan salah satu bulan yang di sucikan oleh umat muslim di mana negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya adalah beragama islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam secara umum. Kemudian mengkaji secara mendalam tentang kegiatan organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam pada saat bulan ramadhan dan mengkaji secara kritis tentang peran organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam dalam rangka membangun ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Wawancara mendalam ditujukan kepada Sekretaris Dewan Syuro FPI, Anggota Dewan Syuro FPI, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Antar Lembaga Kementerian Dalam Negeri, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta dan Operational Manager F1 Club serta beberapa warga di sekitar wilayah petamburan khususnya di dekat markas besar FPI. Peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang jam operasional tempat hiburan malam di DKI Jakarta diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2004 tentang Kepariwisataan yang di pertegas melalui Keputusan Gubernur Nomor 98 tahun 2004 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata di Provinsi Daerah DKI Jakarta dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 118 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Penyelenggaraan Industri Pariwisata di Provinsi DKI Jakarta.Kegiatan FPI pada bulan ramadhan tidak mengalami perubahan akan tetapi pada malam hari FPI memantau tempat hiburan malam. Apabila terdapat pelanggaran maka FPI menegur dan menyurati pemilik tempat hiburan serta memberitahukan kepada aparat yang berwenang. Kemudian apabila tidak ada tanggapan maka FPI mempunyai cara sendiri untuk menyelesaikannya. Dikaitkan dengan ketahanan wilayah yang harus mengedepankan kesejahteraan dan keamanan maka dapat dikatakan bahwa FPI ikut membangun kesejahteraan bagi warga sekitar yaitu dengan memberikan bantuan kepada warga sekitar bagi yang kurang mampu khususnya di bulan ramadhan. Di samping itu secara ekonomi mikro juga ikut membangun yaitu dengan adanya pengajian/ta'lim rutin maka banyak pedagang yang ikut mendapatkan keuntungan. Dari segi keamanan, FPI dapat menciptakan kehidupan bermasyarakat yang aman khususnya di wilayah petamburan akan tetapi dalam menjaga kesucian bulan ramadhan khususnya tentang tempat hiburan malam seharusnya dilakukan oleh pihak yang berwenang.
Ramadan is the month of holiness and to purify for Muslim. Indonesia is a country where Islam is majority religion of its citizen. This Research study aims to determine the condition of social organization, FPI (the Islamic Defenders Front) in general. Then examines in depth analysis about the activities of the Islamic Defenders Front organizations during Ramadan month and critically examine the role of social organization, the Islamic Defenders Front in order to build the resilience of its region. This study conducts qualitative research methods, in data collection using observation and interviews. In-depth interviews addressed to: the Secretary of the Shura Council of the FPI, FPI Shura Council Members, Expert Staff of Law, Politics and Inter-Agency Ministry of Internal Affairs, Head of Culture and Tourism Office of Jakarta and the Operational Manager F1 Club and several residents in the surrounding area, especially near the headquarters of the FPI (Petamburan area). Local regulations (Regional Law-PERDA) governing operating hours for nightclubs in Jakarta Regional, according Regulation No. 10 of 2004 was concerning tourism which affirmed the Decision of the Governor No. 98 of 2004 on Time Implementation of the Tourism Industry in the Province of DKI Jakarta and Jakarta Governor Decree Jakarta Guideline No. 118 on Supervision in the Tourism Industry DKI Jakarta. FPI activities in Ramadan do not change, but at night FPI monitoring nightspots. If there are violations of the FPI reprimanded and sent a letter to owners of entertainment venues as well as inform the competent authorities. Then if no response then the FPI has its own way to solve it. Related to the regional resilience in enhancing the welfare and safety it can be defined that the FPI contribute to increase wealth for local people by providing assistance to local people for the less fortunate, especially in Ramadan. In addition to micro-economics also increase the recitation / ta 'lim routine so many participating merchants benefit. In terms of security, FPI can create a safe community life in the region's Petamburan but in maintaining the sanctity of Ramadan, especially on night spots should be done by the authorities.
Kata Kunci : Peran, Organisasi Massa Front Pembela Islam (FPI), Ketahanan Wilayah