Laporkan Masalah

TINJAUAN MENGENAI KETIDAKADAAN MINAT NOTARIS MENJADI PEJABAT LELANG KELAS II DI BUKIT TINGGI

Gilda Prima Zola, Dwi Haryati, S.H., M.H.,

2012 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penulisan tesis ini bertujuan untuk mengetahui minat Notaris untuk menjadi Pejabat Lelang Kelas II di Kota Bukit Tinggi. Dan untuk mengetahui Upaya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dalam mensosialisasikan aturan lelang kepada Notaris sehingga dapat meningkatkan minat Notaris menjadi Pejabat Lelang Kelas II di Kota Bukit Tinggi. Penelitian ini jenis penelitian hukum yuridis empiris atau penelitian sosiologi (sosio-legal-research), atau juga dapat dikategorikan sebagai penelitian hukum non doctrinal yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data primer yang berkenaan dengan hal-hal yang ada di lapangan, serta bahan-bahan yang menyangkut materi-materi yang berhubungan dengan topik penelitian sebagai data sekunder. penelitian ini didasarkan pada penelitian perbandingan antara ideal hukum dengan realita hukum dalam masyarakat. Cara Memperoleh Data Penelitian penelitian dilakukan dengan Penelitian Kepustakaan yang dilakukan dengan membaca dan mempelajari peraturan perundangundangan, buku-buku literatur dan bahan hasil penelitian yang terkait dengan permasalahan yang diteliti. Dilakukan juga Penelitian Lapangan, dengan mengumpulkan data primer langsung kepada objek yang diteliti yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner dan wawancara langsung dengan responden dan nara sumber yang ada kaitannya dengan upaya Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bukittinggi dalam mempersiapkan Notaris sebagai Pejabat Lelang Kelas II. Hasil penelitian menunjukkan minat Notaris menjadi Pejabat Lelang di Kota Bukittinggi sangat rendah. Adapun faktor penghambat yang menjadikan ketidakadaan minat Notaris diangkat sebagai Pejabat Lelang Kelas II sebagai berikut: Adanya syarat lain yang harus dipenuhi Notaris untuk diangkat sebagai Pejabat Lelang. Kurangnya sosialiasasi, waktu pelaksanaan diklat terlalu lama yaitu tiga minggu, biaya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan Pejabat lelang Kelas II yang relatif mahal serta pengajuan pengangkatan menjadi Pejabat Lelang Kelas II harus disertai rekomendasi dari organisasi profesi. Sementara upaya untuk meningkatkan minat Notaris, menarik minat Notaris untuk menjadi Pejabat Lelang Kelas II yaitu upaya-upaya yang harus dilakukan DJKN adalah melalui usaha usaha; Marketing , Excellent Services, Self Improvemen., Continuing Improvement dan Networking.

This research aimed to find Notary interest in becoming Class II Auction Officials in Bukit Tinggi. This research also aimed to find Efforts of Directorate General of State Assets in socializing auction rule to Notary as to increase Notary interest in becoming Class II Auction Officials in Bukit Tinggi City. This research type is juridical-empirical research or socio-legal research; this research can also be categorized as non-doctrinal law research, namely, a research which is done to obtain primary data dealing with issues in field, and materials concerning items dealing with research topics as secondary data. This research is based on comparative study between ideal law and real law in society. Way to collect data was study of literatures conducted by reading and learning regulations, literature books, and materials of research results associated with researched problems. Field research was also conducted by collecting primary data directly to the researched objects deriving from distributed questionnaires and direct interview with respondents and informants in relation to efforts of State Assets Service and Auction Office of Bukit Tinggi in preparing Notary as Class II Auction Officials. Results of research indicated that Notary interest in becoming Class II Auction Officials in Bukit Tinggi City was very low. Inhibitive factor of absence of Notary interest was adopted as Class II Auction Officials: other requirements that must be met by Notary to be adopted as Auction Officials. Lack of socialization, time to implement education and training was longer, namely, three weeks, cost of education and training implementation for Class II Auction Officials was relatively high and application for adoption as Class II Auction Officials must be followed by recommendation of professional organization. While efforts to increase Notary interest, make Notary interested in becoming Class II Auction Officials, such as, efforts which must be made by DJKN are the following efforts: Marketing, Excellent Services, Self-Improvement, Continuing Improvement and Networking.

Kata Kunci : ketidakaadaan minat, Notaris, Pejabat Lelang Kelas II


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.