PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS MASYARAKAT DI PEDUKUHAN SORAGAN DESA NGESTIHARJO KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA
BENNY HARTANTO, Prof. Dr. S. Djalal Tandjung, M.Sc., Ph.D
2012 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganSampah rumah tangga di Soragan menjadi masalah yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Pemda sebenarnya menyadari masalah ini, tetapi belum menemukan solusi jangka panjang yang tepat. Penelitian perihal Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Soragan Kabupaten Bantul ini bertujuan untuk (1) memperoleh gambaran tentang pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat, (2) menginventarisasi problematika dalam sistem pengelolaan sampah rumah tangga ini, (3) memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan sistem pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat. Penelitian ini berlokasi di Soragan, tempat pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bermaksud mendeskripsikan suatu fenomena. Pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Datanya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik tiga kesimpulan. Pertama, pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat di Soragan, Kabupaten Bantul berjalan secara baik dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dan berhasil mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS hingga 73%. Kedua, model pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat dengan prinsip 3R merupakan solusitif. Ketiga, problem utama dalam pelaksanaan model ini adalah bagaimana mengubah paradigma ―membuang sampah‖ jadi ―memanfaatkan sampah‖. Problem lain yang teridentifikasi ialah (1) pemerintah daerah belum memberikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah melakukan pemilahan sampah; (2) tidak ada mekanisme dan person yang memantau dan mengevaluasi kegiatan; (3) penerapan kebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan prinsip 3R tidak diikuti penyediaan sarana dan prasarana penunjang; (4) pemilahan sampah di rumah tangga kurang tuntas; (5) tidak ada kaderisasi untuk mencari pengurus baru yang memiliki kapabilitas dan integritas. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan enam hal. Pertama, pemerintah, pengurus RT, dan pengelola mendidik masyarakat secara terencana dan terukur tentang pengelolaan sampah yang benar. Kedua, pemerintah mengatur dan memberikan insentif dan disinsentif untuk memotivasi masyarakat. Ketiga, pemerintah, pengurus RT, dan pengelola membuat mekanisme dan menentukan orang untuk memantau dan mengevaluasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Keempat, pemerintah menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah dengan model ini. Kelima, pengelola dan pengurus RT mencari strategi kaderisasi pengelola. Keenam, model pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat layak dikembangkan jadi model pengelolaan sampah rumah tangga di perkotaan.
The problem of domestic waste in Soragan has not completely been solved by Bantul municipal government. The government has realized this problem, however, it has not found an appropriate long term solution. The objectives of the research on community-based waste management are (1) to describe a community-based domestic waste management in Soragan Bantul municipality, (2) to identify the problems in the community-based domestic waste management, and (3) to recommend the solutions for improving the community-based domestic waste management. The research was conducted in Soragan in which a pilot project of the community-based domestic waste management has been initiated. The descriptive qualitative research was employed in this research. Data were collected with interview, questionnaire, observation, and documentation. The collected data were validated and analyzed qualitatively. The findings of the research are as follows :. Firstly, the pilot project of the community-based domestic waste management in Soragan, Bantul municipality has successfully been carried out by using 3R (reduce, reuse, recycle) principle and has reduced the amount of waste in Temporary Waste Dumping (TPS) up to 73%. Secondly, the community-based domestic waste management using 3R principle is a paradigmatic solution. Thirdly, the main problem of carrying out the community-based domestic waste management is how to change old paradigm of ―throwing out the waste‖ to ―managing the waste‖. The other identified problems are : (1) the municipal government has not appreciated the people who have been sorting domestic waste; (2) there is no mechanism and person to supervises and evaluates the management; (3) the management has not been provided with supporting facilities and infrastructures; (4) sorting domestic waste has not really been completed; (5) people do not form new cadres who have capability and integrity to manage waste. There are six recommendations to manage domestic waste. Firstly, the government, RT boards, and managers plan to facilitate people measurably how to sort domestic waste properly. Secondly, the government organizes and gives incentive and disincentive to encourage people. Thirdly, the government, RT boards, and managers make a mechanism and appoint persons to supervise and evaluate the management. Fourthly, the government provides facilities and infrastructures to support the management. Fifthly, managers and RT boards find strategies to form new cadres who have capability and integrity to manage waste. Sixthly, the community-based domestic waste management is a suitable model developed in urban areas.
Kata Kunci : Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Problem Pengelolaan Sampah Rumah Tangga