Laporkan Masalah

PERAN SEKTOR AGRIBISNIS PADA PEREKONOMIAN DI INDONESIA

ANNISA NAILUFAR, Dr. Jamhari, SP, MP

2012 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis peran sektor agribisnis pada perekonomian Indonesia dalam pembentukan struktur permintaan dan penawaran, struktur output, struktur ekspor-impor, struktur nilai tambah bruto dan struktur penyerapan tenaga kerja, (2) menganalisis keterkaitan antara sektor agribisnis dengan sektor non agribisnis dalam struktur perekonomian di Indonesia, (3) menganalisis efek pengganda output, pengganda pendapatan, dan pengganda tenaga kerja pada sektor agribisnis di Indonesia, (4) menganalisis dampak penyebaran sektor agribisnis dalam struktur perekonomian di Indonesia, dan (5) menganalisis sektor kunci dari sektor agribisnis dalam struktur perekonomian di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis Input-Output memakai data tabel Input-Ouput Indonesia transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 66 sektor tahun 2000, 2005 dan updating 2008 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dimana 66 sektor tersebut diagregasi menjadi 51 sektor agribisnis dan 15 sektor non agribisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sektor agribisnis pada perekonomian di Indonesia selama kurun waktu 2000-2008 cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap pembentukan struktur permintaan dan penawaran (72,92%), struktur output (72,92%), struktur ekspor-impor (44,48%), struktur nilai tambah bruto (67,90%), dan struktur penyerapan tenaga kerja (84,45%). Berdasarkan analisis keterkaitan, sektor agribisnis memiliki keterkaitan ke depan yang lebih besar daripada keterkaitan ke belakang. Adapun nilai ratarata keterkaitan ke belakang dan ke depan sektor agribisnis yang terbesar ada pada subsistem agribisnis hilir. Dilihat dari efek penggandanya, sektor agribisnis memiliki angka pengganda output dan angka pengganda pendapatan yang rendah, sedangkan angka pengganda tenaga kerjanya tinggi. Analisis dampak penyebaran memperlihatkan hasil bahwa sektor agribisnis lebih mampu untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya dibandingkan dengan mendorong pertumbuhan sektor hilirnya. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan hasil yang berbeda-beda dalam penentuan sektor kunci pada sektor agribisnis. Berdasarkan dampak penyebarannya, terdapat sedikitnya 8 sektor yang menjadi sektor kunci (Prioritas I) pada sektor agribisnis.

This study aimed to (1) analyze the role of the agribusiness sector in the Indonesian economy in the formation of the structure of supply and demand, output structure, the structure of exports and imports, the structure of gross adding value and labor employing structure, (2) analyze the relationship between agribusiness and non-agribusiness sectors in Indonesia's economic structure, (3) analyze the effect of the output multiplier, income multiplier and employment multiplier in the agribusiness sector in Indonesia, (4) analyze the impacts of the spread of the agribusiness sector in Indonesia's economic structure, and (5) analyze the key sectors of agribusiness sector in Indonesia's economic structure. The research was carried out by using Input-Output analysis using Input-Output data of Indonesia’s domestic transactions on the basic producer prices of 66 sectors of classification published by Badan Pusat Statistik (BPS), and then aggregated to 51 agribusiness sectors and 15 non- agribusiness sector. The results of this study indicated that during 2000-2008, agribusiness sector role in the Indonesian economy in Indonesia was quite large. It was seen from its contribution to the formation of the demand and supply structure (72.92%), output structure (72.92%), the structure of exports and imports (44.48%), the structure of gross adding value (67.90%), and the structure of employment (84.45%). Based on linkage analysis, the agribusiness sector has been greater forward than backward linkages. The average value of backward and forward linkages for agribusiness sector was highest is agribusiness downstream subsystem. Judging from the multiplier effect, the agribusiness sector had a low output and income multiplier effect, while the employment multiplier effect was. The results of the impact of the spread showed that agriculture sector better able to attract the growth of the upstream than downstream sectors driving growth. The results of the overall analysis showed different results in the determination of the key sectors in the agribusiness sector. Based on the impact of its spread, there are at least 8 sectors which are key sectors (Priority I) in the agribusiness sector

Kata Kunci : Sektor agribisnis, analisis input-output, analisis keterkaitan, efek pengganda, dampak penyebaran, sektor kunci


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.