Laporkan Masalah

DAMPAK HUMAN CAPITAL TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PAPRIKA HIDROPONIK DI DESA PASIRLANGU KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT

Dewi Padmisari Suryaningrum, Bapak Dr. Jangkung Handoyo Mulyo., M.Ec

2012 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Dengan mengikuti pelatihan, petani dengan pendidikan formal rendah diharapkan tetap dapat meningkatkan human capital-nya melalui pendidikan nonformal. Melalui pelatihan petani diharapkan dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengatasi kendala-kendala dalam usahatani paprika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan produksi dan pendapatan usahatani antara petani yang mengikuti pelatihan dan petani yang tidak mengikuti pelatihan serta mengetahui pengaruh variabel human capital dan variabel lain terhadap produksi dan pendapatan usahatani paprika hidroponik. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder. Responden pada penelitian ini adalah 12 orang petani yang telah mengikuti Pelatihan PHT Paprika dan 72 orang petani yang tidak pernah mengikuti pelatihan untuk perbandingan, sehingga keseluruhan responden sebanyak 84 orang petani. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis human capital melalui perubahan kompetensi petani serta penerapan materi pelatihan untuk mengetahui human capital petani yang pernah mengikuti pelatihan, analisis usahatani untuk mengetahui perbandingan usahatani, analisis R/C rasio untuk mengetahui perbandingan kelayakan usahatani, dan analisis regresi berganda (OLS) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani paprika hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Human capital petani yang mengikuti pelatihan berada pada kriteria tinggi, artinya human capital petani dapat ditingkatkan melalui pelatihan, (2) Produksi dan pendapatan petani yang mengikuti pelatihan lebih besar dan berbeda nyata daripada petani yang tidak mengikuti pelatihan, (3) Usahatani paprika hidroponik oleh petani yang mengikuti pelatihan dan tidak mengikuti pelatihan, keduanya layak untuk diusahakan, (4) R/C rasio petani yang mengikuti pelatihan lebih besar dan berbeda nyata daripada petani yang tidak mengikuti pelatihan, (5) Human capital berpengaruh nyata terhadap produksi dan pendapatan usahatani paprika hidroponik, (6) Human capital pelatihan dan pengalaman berpengaruh positif terhadap produksi paprika hidroponik, demikian juga luas green house dan jumlah pestisida, sedangkan umur petani berpengaruh negatif, (7) Human capital pelatihan dan pengalaman berpengaruh positif terhadap pendapatan usahatani paprika hidroponik, demikian juga luas green house sedangkan umur petani, harga benih, harga pestisida, dan warna hasil panen paprika (hijau+merah+kuning) berpengaruh negatif.

By following the training, farmers with low formal education still can improve his human capital through non-formal education. Through training, farmers are expected to develop the ability to overcome obstacles to farming paprika. The purposes of this research are (1) To find out human capital of trained farmers; (2) Comparing production and farming income between trained farmers and farmers without training; (3) Comparing the feasibility of farming between trained farmers and farmers without training; and (4) To find out the effect of human capital variables and other variables on production and farming income of hydroponic paprika. Cross section data were used to analysis. Respondent consist of 12 trained farmers and 72 farmers without training for comparison, so the total respondents are 84 farmers. Human Capital analysis, farm comparative, R/C ratio comparative, and Ordinary Least Squares Regression were applied for analysis. The result of the analysis shows that (1) Human capital can be improved by training. Training can improve competency of farmers and the material generally can be implemented by farmers; (2) Production and trained farmers' income larger and significantly different than farmers without training; (3) Paprika hydroponic farming by trained farmers and farmers without training, both worth to cultivate; (4) R/C ratio of trained farmer larger and significantly different than farmers without training; (5) Human capital significantly affect production and hydroponic paprika farming income; (6) Human capital like training and experience positively influence on the production of paprika hydroponic, as well as extensive green house and the amount of pesticides, while farmers’ age negatively; and (7) Human capital like training and experience positively effect on paprika hydroponic farming income, as well as extensive green house while farmers’ age, seed prices, pesticide prices, and the color of harvesting paprika (red + green + yellow) are negative.

Kata Kunci : Human capital, usahatani paprika


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.