Laporkan Masalah

The Influences of Nathaniel Hawthorne’s “Young Goodman Brown” on Budi Darma’s “Bambang Subali Budiman”: A Comparative Literature

Mirotin Eka Wahyuningsih, Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto, S.U.,

2012 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Tesis ini mempelajari pengaruh “Young Goodman Brown” pada “Bambang Subali Budiman.” Penelitian didasarkan 4 persamaan umum sebagai pengetahuan dasar analisis, diantaranya; pertama, pengakuan Budi Darma bahwa penulisan “Bambang Subali Budiman” terjadi setelah mengikuti diskusi mengenai “Young Goodman Brown.” Yang kedua adalah persamaan unsur intrinsik dari kedua karya tersebut. Yang ketiga adalah kemunafikan sebagai tema universal. Dan yang terakhir, meskipun “Young Goodman Brown” dan “Bambang Subali Budiman” ditulis dengan tempat dan zaman sosial-budaya yang berbeda, namun kehadiran fenomena sosial-budaya Puritan di Amerika dan dualitas kepercayaan di Jawa memiliki kandungan yang universal yaitu adanya unsur kemunafikan dalam pemraktekan keberagamaan. Dengan mengaplikasikan teori multidisiplin di bawah naungan Pengkajian Amerika yang diantaranya adalah Perbandingan Sastra, Narasi Fiksi, dan Kajian Budaya dalam Perbandingan Sastra, penelitian ini akan menganalisa hubungan pengaruh secara intrinsik dan ekstrinsik. Dari penelitian kualitatif ini diketahui bahwa hubungan pengaruh “Young Goodman Brown” dan “Bambang Subali Budiman” tidak selalu dalam posisi parallel. Keorisinalitasan “Bambang Subali Budiman” sebagai karya yang terpengaruh memungkinkan adanya pandangan berbeda dalam dua cerita pendek tersebut. Terutama sekali dalam perumusan tema kemunafikan; “Young Goodman Brown” menjabarkan rahasia gelap tersembunyi individu; sementara “Bambang Subali Budiman” meresponnya dengan menggambarkan kejatuhan masyarakat yang menular pada setiap individu.

This thesis observes the influence of “Young Goodman Brown” on “Bambang Subali Budiman.” The analysis is based on four common bases as the fundamental knowledge on doing research; first, the acknowledgement of Budi Darma on writing “Bambang Subali Budiman” after having discussion of “Young Goodman Brown”. Second is the intrinsic elements parallel of both works. Third is the universality of hypocrisy as theme. And the last, although “Young Goodman Brown” and “Bambang Subali Budiman” are written based on the different social/cultural setting and time of the story, those social-cultural phenomenon of Puritanism in America and Javanese Dualism of beliefs in Java have universal values called hypocrisy inside the religious practices. Employing multidisciplinary theories under American Studies, among them are comparative literature, narrative fiction, and Cultural Studies in Comparative Literature, this research attempts to analyze the influence relation intrinsically (textually) and extrinsically. By conducting qualitative research, it is acknowledged that the influence relation of “Young Goodman Brown” and “Bambang Subali Budiman” is not always in the parallel form. The originality of “Bambang Subali Budiman” as influenced work proves the different perspective that structured those works. Particularly, in the composing theme of Hypocrisy, “Young Goodman Brown” portray dark hideous secret inside an individual, whereas “Bambang Subali Budiman” responds by illustrating the collapse of society that contagious to every individual.

Kata Kunci : Comparative Literature, Influence, Hypocrisy, Intrinsic, Extrinsic, Universal value, and multidisciplinary


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.